6 Mahasiswa di Aceh Barat Diduga Dipukul Polisi Saat Hendak Demo

Agus Setyadi - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 12:54 WIB
Barikade polisi menggunakan  tameng. dikhy sasrailustrasidetikfoto
Ilustrasi polisi (Dikhy Sasra/detikcom)
Aceh Barat -

Enam mahasiswa di Aceh Barat diduga dipukul polisi saat hendak menggelar demonstrasi peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM). Polisi membantah dugaan pemukulan itu.

Koordinator aksi dari Massa Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Sari Ramadana mengatakan peristiwa itu terjadi di sekitar kantor DPRK Aceh Barat, Kamis (9/12/2021) malam.

"Semalam belum sempat aksi. Kami baru datang, terus ditanya polisi, 'Mau ngapain kalian di sini, bubar... bubar...'. Kami bilang mau aksi, tapi polisi bilang nggak boleh," kata Sari Ramadana kepada wartawan, Jumat (10/12/2021).

Massa aksi disebut sempat mencoba bernegosiasi agar diizinkan menggelar aksi selama 30 menit. Namun, katanya, polisi membubarkan massa dengan mendorong.

Rama mengatakan massa sempat dipukul, dicakar, hingga ditampar oleh polisi. Salah seorang peserta aksi bernama Deni sempat pingsan akibat dipukul hingga dilarikan ke rumah sakit.

"Ada enam orang yang kena pukul, tapi yang parah Bang Deni. Dia ditendang di bagian pinggul dan dipukul di rahang," ujar Rama.

Menurut Rama, pihaknya sudah melaporkan dugaan pemukulan itu ke Polres Aceh Barat. Dia menyayangkan pemukulan tersebut.

"Semalam kita buat laporan ke Polres sampai jam 4 pagi," ujar Rama.

Rama mengatakan pihaknya sengaja menggelar aksi pada malam hari karena ingin memperingati dua momen sekaligus. Massa juga mengaku sudah memberi tahu polisi sebelum berdemo.

"Kami menggelar aksi untuk memperingati Hari Antikorupsi dan Hari HAM. Jadi kami sepakat aksi di tengah-tengah, jadi kami nggak aksi dua kali. Kami ambil aksi malam," kata Rama.

Polisi Bantah Pemukulan

Wakapolres Aceh Barat Kompol Asa Putra membantah anggotanya memukul peserta aksi. Dia menyebutkan polisi hanya melarang massa menggelar aksi malam hari.

"Informasi dipukul itu tidak ada. Kita melarang mahasiswa itu melakukan aksi demo di malam hari. Mereka memaksa, jadi terjadi dorong-dorongan, jadi untuk memukul mahasiswa itu tidak ada. Kita tahu hukum. Jika kita pukul, kita yang kena masalah," kata Asa.

"Itu mungkin yang pingsan belum makan atau bagaimana, kita nggak tahu tiba-tiba jatuh, yang mukul tidak ada. Karena dorong-dorongan, mungkin jatuh mereka," lanjutnya.

Simak juga 'Maaf Kapolda Banten soal Aksi 'Smackdown' Oknum Polisi ke Mahasiswa':

[Gambas:Video 20detik]



(agse/haf)