Bupati Bintan Nonaktif Segera Disidang Terkait Kasus Pengaturan Cukai

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 09:42 WIB
Gedung baru KPK
Ilustrasi KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK menyatakan berkas perkara Bupati Bintan nonaktif Apri Sujadi (AS) dkk telah lengkap. Apri Sujadi akan segera disidangkan kasus dugaan korupsi terkait pengaturan cukai rokok dan minuman beralkohol (minol).

"Setelah tim jaksa mempelajari kelengkapan berkas perkara tersangka AS dkk dan disimpulkan telah lengkap, maka Kamis (9/12/2021) dilaksanakan penyerahan Tersangka dan barang bukti (tahap II) oleh tim penyidik kepada tim jaksa," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (10/12/2021).

Ali mengatakan penahanan Apri Sujadi dan Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bintan Mohd Saleh H Umar diperpanjang selama 20 hari ke depan. Apri Sujadi ditahan di Rutan KPK Merah Putih dan Mohd Saleh ditahan di Rutan KPK Kaveling C1.

"Penahanan dilanjutkan lagi oleh tim jaksa untuk 20 hari ke depan, sampai nanti tanggal 28 Desember 2021," kata Ali.

Selanjutnya, Ali menyebut jaksa KPK akan segera menyusun surat dakwaan selama 14 hari ke depan. Apri Sujadi dkk akan disidang di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang.

"Pelimpahan ke Pengadilan Tipikor dilaksanakan dalam waktu 14 hari disertai dengan surat dakwaan dan berkas perkara," ujarnya.

"Persidangan diagendakan di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang," imbuhnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Bintan Apri Sujadi (AS) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait pengaturan cukai rokok dan minuman beralkohol (minol) di wilayah Kabupaten Bintan pada 2016-2018. Selain itu, KPK menetapkan Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bintan Mohd Saleh H Umar sebagai tersangka.

"Menetapkan tersangka pertama AS, Bupati Bintan periode 2016-2021. Kedua, MSU, Plt Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bintan," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis (12/8).

KPK menduga perbuatannya tersebut merugikan negara sekitar Rp 250 miliar. Apri diduga menerima Rp 6,3 miliar dalam kasus ini.

"Perbuatan para tersangka diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 250 miliar," kata Alex.

Alexander mengatakan kedua tersangka tersebut akan ditahan selama 20 hari ke depan. Bupati Bintan Apri Sujadi ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih dan MSU ditahan di Rutan KPK C1.

Akibat perbuatannya, AS dan MSU disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Simak juga 'Bupati Bintan Apri Sujadi Jadi Tersangka Kasus Pengaturan Cukai':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/yld)