Tanam 19 Pohon Ganja di Toilet Rumah, WN Spanyol di Bali Ditangkap

Tanam 19 Pohon Ganja di Toilet Rumah, WN Spanyol di Bali Ditangkap

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 22:43 WIB
WN Spanyol berinisial GS ditangkap Satres Narkoba dan Kantor Bea Cukai Denpasar terkait kasus ganja.
Foto: WN Spanyol ditangkap karena tanam ganja di kamar mandi rumah di Bali (dok. Polres Badung)
Badung -

Warga negara (WN) Spanyol, GS ditangkap polisi dan petugas bea cukai. Pria tersebut ketahuan memesan 17 butir biji ganja dan menanam 19 pohon ganja di kamar mandi rumahnya.

"Jumlah keseluruhan biji narkotika jenis ganja sebanyak 17 butir dengan berat 2,18 gram brutto atau 0,22 gram netto dan jumlah keseluruhan pohon narkotika jenis ganja sebanyak 19 batang pohon," kata Kapolres Badung, AKBP Leo Dedy Defretes dalam keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Dedy mengatakan, pihaknya bersama Kantor Bea dan Cukai Denpasar awalnya memperoleh informasi mengenai adanya paket yang dicurigai di dalamnya diduga biji narkotika golongan 1 jenis ganja. Paket tersebut dibungkus dengan amplop warna cokelat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di paket itu, tertulis nama pengirim TC yang beralamat di Carrer del Torrent de l'Olla, 134, 08012 di Kota Barcelona, Spanyol. Nama penerima yakni berinisial GS yang beralamat di Jalan Karang Suwung, Gang Rambutan Nomor 5, Banjar Pelambingan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Di dalam paket tersebut berisi 1 buah kotak DVD bertuliskan AIDA. Di dalam kotak itu berisi 5 bungkus paket. Bungkus paket pertama warna hitam, bertuliskan BLKS berisi kapsul plastik bening yang didalamnya berisi 7 kapsul yang diduga biji ganja dengan berat 1,10 gram brutto atau 0,08 gram netto.

ADVERTISEMENT

Kemudian bungkus kedua berwarna hitam bertuliskan 42 Fast Buds berisi kapsul plastik bening yang di dalamnya terdapat 7 biji ganja dengan berat 0,48 gram brutto atau 0,08 gram netto. Bungkus ketiga berupa paket warna hitam bertuliskan 42 Fast Buds berisi kapsul plastik bening yang didalamnya berisi diduga 1 biji ganja dengan berat 0,20 gram brutto atau 0,02 gram netto.

Bungkus keempat juga berwarna hitam bertuliskan 42 Fast Buds berisi kapsul plastik bening yang di dalamnya berisi diduga 1 biji ganja dengan berat 0,20 gram brutto atau 0,02 gram netto. Bungkus kelima sama berwarna hitam, bertuliskan 42 Fast Buds. Di dalamnya berisi kapsul plastik bening yang di dalamnya diduga berisi 1 biji ganja yang dengan berat 0,20 gram brutto atau 0,02 gram netto.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Atas temuan paket tersebut Satres Narkoba bersama Kantor Bea dan Cukai Denpasar kemudian melakukan penyelidikan. Setelah dipastikan, paket tersebut diterima oleh seorang bule berinisial GS. Pihaknya langsung melakukan penangkap WN Spanyol tersebut.

"Setelah dilakukan interogasi, yang bersangkutan mengakui bahwa memang benar dirinya yang membeli biji ganja tersebut dari orang yang bernama Toni yang beralamat di Spanyol. Pengakuan terduga, dia membeli seharga 100 Euro," terang Dedy.

Tak berhenti sampai di sana, petugas kemudian melakukan penggeledahan di dalam rumah tempat tinggal WN Spanyol itu. Dari penggeledahan tersebut ditemukan 19 pohon ganja di dalam kamar mandi lantai dua rumahnya.

"Kamar mandi tersebut digunakan sedemikian rupa sebagai kamar tempat merawat tanaman ganja. Di dalam kamar mandi juga diberikan sinar lampu dengan lampu LED sebagai pengganti sinar matahari, dijaga kelembabannya dan diukur dengan alat ukur kelembaban serta diberikan angin secara berkala dengan kipas angin atau air cooller sehingga tanaman ganja tersebut bisa tumbuh di dalam ruangan," jelas Dedy.

Menurut Dedy, berdasarkan pengakuan WN Spanyol tersebut tanaman ganja yang sudah tumbuh itu dia tanam sekira awal Oktober 2021. Ia mengaku mendapat biji atau bibit ganja dengan membawanya dari Kota Amsterdam, Belanda. Kini tanaman ganja tersebut sudah memiliki ukuran paling tinggi 65 cm dan paling tinggi 108 cm.

"Ganja tersebut, apabila telah siap dipetik atau dipanen, rencananya akan digunakan sendiri oleh terduga. Terduga menerangkan bahwa dirinya tidak mempunyai izin untuk menanam, memelihara atau memiliki tanaman ganja tersebut," papar Dedy.

Selain berhasil menyita 17 butir biji ganja dan 19 tanaman ganja, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa 1 buah lampu LED kotak warna putih, 2 buah alat pengukur kelembaban ruangan, 1 buah kipas angin air cooller merek Krisbow dan 1 buah kotak plastik bening yang di dalamnya berisi 3 bungkus pupuk organik bertuliskan Bat Guano.

Kini, WN Spanyol tersebut diganjar Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 113 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda Rp 800 juta hingga Rp 8 miliar.

Foto: WN Spanyol ditangkap polisi dan bea cukai gegara pesan biji ganja dan tanam ganja di rumah tinggalnya. (Dok. Polres Badung)

Halaman 4 dari 3
(aud/aud)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini
Selengkapnya



Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Ajang penghargaan persembahan detikcom bersama Polri kepada sosok polisi teladan. Baca beragam kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini.
Hide Ads