Hilang 2 Hari Saat Tangkap Ikan, Lansia di Wajo Ditemukan Tewas

Zulkipli Natsir - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 20:54 WIB
Seorang warga lanjut usia (lansia), Dicong (65), di Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), hilang selama dua hari saat menangkap ikan di Sungai Walannae. Dicong ditemukan kemudian dalam kondisi tidak bernyawa.
Tim SAR evakuasi korban. (Zulkifli/detikcom)
Wajo -

Seorang warga lanjut usia (lansia), Dicong (65), di Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), hilang selama dua hari saat menangkap ikan di Sungai Walannae. Dicong ditemukan kemudian dalam kondisi tidak bernyawa.

"Pada pencarian hari kedua ini, kami berhasil menemukan korban Dicong di Wajo dalam kondisi meninggal dunia. Korban dinyatakan hilang sejak Selasa malam (7/12) lalu," kata Kepala Kantor Basarnas Sulse, Djunaedi, saat dimintai konfirmasi, Kamis (9/12/2021).

Peristiwa hilangnya korban dilaporkan pihak keluarga saat korban terlihat sedang menangkap ikan di sungai. Namun, tanpa diduga, air besar yang tiba-tiba menerjang korban yang tak mampu bertahan dan menyelamatkan diri.

Proses pencarian sempat dilakukan pihak keluarga, namun kondisi arus yang ekstrem dan berbekal alat sederhana tidak berhasil menemukan korban di sekitar lokasi.

"Korban dilaporkan terseret arus yang kuat saat menangkap ikan malam itu. Pihak keluarga telah berusaha mencari korban, namun tidak berhasil menemukan korban," ungkap Djunaidi.

Tim SAR menemukan korban radius 3 km dari lokasi awal korban dinyatakan tenggelam. Proses pencarian dinyatakan sempat terkendala dengan arus sungai yang kuat dan cuaca yang buruk.

"Ditemukan sekitar 3 km dari lokasi korban terseret arus," ungkap Djunaidi.

Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga. Basarnas mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan menghindari aktivitas di sekitar aliran sungai lantaran kondisi cuaca buruk.

"Kami mengimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas berlebih di sekitar aliran sungai karena saat ini kondisi cuaca masih buruk dan sulit diprediksi," imbau Djunaidi.

Sementara itu, di tengah kondisi banjir saat ini yang telah menggenangi sekitar lokasi kediaman korban ikut menyulitkan pihak keluarga saat hendak dikebumikan.

Pihak BPBD Kabupaten Wajo mencatat bahwa kondisi banjir telah meluas dan menggenangi 19 desa di 4 kecamatan. Kondisi ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan debit air tinggi yang berasal dari kabupaten tetangga.

"Banjir kini menggenangi 19 desa di 4 Kecamatan di Wajo," terang Syafaruddin, Kabid Humas Pemda Kabupaten Wajo.

(rfs/rfs)