Stok Vaksin RI Ada 400 Juta Lebih, Warga Diminta Tak Pilih-pilih Merek

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 19:10 WIB
Kementerian Komunikasi dan Informatika beserta Telkom Indonesia menggelar konferensi pers soal gangguan internet di Jayapura pascaputusnya kabel laut.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Indonesia menerima kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-150 berupa 4 juta vaksin Covavax di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (8/12) malam. Sebelumnya, pada pagi harinya juga datang 767.520 dosis vaksin Pfizer di Bandara Ahmad Yani Semarang, yang akan didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Jawa Tengah

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate lantas mengatakan hingga saat ini total sudah ada 400 juta dosis lebih vaksin COVID-19 yang didatangkan, baik dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi. Hal ini jadi bukti keseriusan pemerintah untuk terus mengamankan stok vaksin.

"Pemerintah Indonesia sudah sejak awal, mendahului banyak negara lain, melakukan aktivitas yang diperlukan, baik melalui jalur bilateral dan multilateral, untuk mendapatkan vaksin COVID-19 demi melindungi rakyat Indonesia dari ancaman virus COVID-19," tegas Johnny dalam keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Ketercukupan stok vaksin akan lebih optimal, lanjutnya, jika ditunjang dengan percepatan program vaksinasi. Di situlah sangat dibutuhkan dukungan dan peran serta masyarakat untuk menyegerakan diri divaksinasi.

Ia mengungkapkan berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat fenomena masyarakat yang menunda vaksinasi karena pilih-pilih merek, hal itu menyebabkan upaya percepatan vaksinasi menjadi terkendala.

Saat ini ada sebelas jenis vaksin COVID-19 yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Untuk itu, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih merek vaksin, karena semua merek vaksin yang disediakan pemerintah sama aman dan berkhasiatnya.

"Banyaknya merek vaksin bukan diartikan bahwa masyarakat bisa memilih untuk disuntikkan dengan vaksin merek tertentu. Segerakan divaksinasi demi melindungi diri, keluarga, dan orang terdekat," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Johnny juga menyampaikan pemerintah mengevaluasi dan terus memantau perkembangan varian Omicron yang telah terdeteksi di 45 negara. Sesuai anjuran WHO atau Badan Kesehatan Dunia, pemerintah juga akan segera melakukan genome sequencing, membatasi kegiatan masyarakat, dan menyegerakan pelaksanaan vaksin untuk masyarakat rentan.

"Untuk itu masyarakat tetap diminta patuhi protokol kesehatan, jangan lengah dan batasi mobilitas," ujarnya.

Sebagai informasi, Indonesia kembali kedatangan vaksin tahap ke-149 dan 150. Vaksin ke-150 berupa vaksin Covovax yang datang sebanyak empat juta dosis di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu (8/12) malam.

Kemudian, pada Rabu (8/12) pagi, juga telah datang vaksin Pfizer sebanyak 767.520 dosis yang merupakan kedatangan tahap ke-149 di Bandara Ahmad Yani Semarang dan akan langsung didistribusikan ke Dinas Kesehatan Jawa Tengah.

(akd/ega)