Wamenlu Cerita Buruknya Ekonomi Bali Imbas COVID di Bali Democracy Forum

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 18:34 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Mahendra Siregar
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, Mahendra Siregar (Alfons/detikcom)
Denpasar -

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Indonesia Mahendra Siregar menutup Bali Democracy Forum (BDF) 2021. Mahendra sempat bicara terkait kesetaraan vaksinasi hingga kondisi buruk di Bali saat ini.

"Suatu kehormatan bagi saya untuk menyampaikan kata penutup Bali Democracy Forum ke 14. Izinkan saya untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada semua pembicara dan peserta atas kontribusi aktif Anda yang berharga. Saya percaya bahwa kami memiliki diskusi yang bermanfaat dan konstruktif di forum hari ini," kata Mahendra saat menutup BDF 2021 di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Kamis (9/12/2021).

"Kami telah mendengar pendapat, wawasan, dan rekomendasi dari pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, khususnya masyarakat sipil, media, mahasiswa, pemuda, dan sektor swasta," lanjutnya.

Mahendra lalu menjelaskan soal kesetaraan demi mencapai proses pemulihan. Dia menekankan soal akses vaksin untuk memerangi pandemi COVID-19.

"Kesetaraan pertama adalah keharusan untuk proses pemulihan, kita harus mendorong semua elemen masyarakat untuk bekerja sama dengan menjunjung tinggi norma dan nilai demokrasi dalam mengatasi dampak buruk pandemi COVID-19. Yang paling penting adalah memastikan akses yang sama ke vaksin untuk memerangi pandemi dengan gerbang vaksinasi global yang terus berkembang," ucapnya.

Lebih lanjut, Mahendra menyampaikan COVID-19 telah memberikan pelajaran yang sangat baik bagi pemulihan. Menurutnya, pemulihan dari pandemi harus didasari pada prinsip kemanusiaan.

"Berbagai upaya penanggulangan COVID-19 memberikan pelajaran yang sangat baik dan rendah hati bahwa pemulihan harus didasarkan pada prinsip kemanusiaan yang menekankan kebijakan inklusif yang melibatkan semua orang dan bermanfaat bagi semua," tuturnya.

Wamenlu Cerita Dampak Pandemi Buruk bagi Bali

Lebih jauh, Mahendra juga sempat menceritakan terkait kondisi di Bali dampak pandemi COVID-19. Dia menyebut Bali jadi salah satu provinsi yang terdampak paling buruk dari pandemi meski vaksinasi COVID-19 telah mencapai 70 persen.

"Izinkan saya menutup forum dengan membawa kita kembali ke situasi di Bali. Realitas tantangan bahwa Bali masih sangat mondar-mandir saat ini. Sebagai test case nyata, untuk pemulihan berkelanjutan di new normal. Tingkat vaksinasi pulau yang memiliki vaksin sudah mencapai 70 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah Indonesia lainnya yang masih sekitar 40 persen," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.