Peluru Teroris Bersarang di Mobil Polisi
Sabtu, 29 Apr 2006 14:23 WIB
Wonosobo - Aksi baku tembak antara polisi dengan tersangka teroris di Wonosobo sudah berlalu. Namun aura kehebohannya masih terasa. Salah satunya sebuah mobil polisi yang berhiaskan lubang peluru."Waktu diminta menyerah, mereka tidak juga menyerahkan diri, malah menembak. Ini ada bekas tembakan di mobil polisi," cetus Kapolri Jenderal Pol Sutanto usai mengunjungi "sarang teroris".Lokasinya di sebuah rumah kontrakan di Jl Wonosobo Km 4, Dusun Binangun, Desa Wringin Anom, Kecamatan Kretek, Jawa Tengah, Sabtu (29/4/2006).Baku tembak terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Alhasil, 2 tersangka teroris tewas yakni Abdul Hadi dan Jabir, 2 lainnya ditangkap yakni Solahudin dan Mustafirin.Perihal mobil polisi yang terkena peluru para tersangka teroris itu juga disampaikan Waluyo, sopir bus Sinar Jaya, yang berkantor di seberang "sarang teroris".Pria asal Ambarawa Semarang berusia 27 tahun ini semula mendatangi "kandang" Sinar Jaya pukul 05.00 WIB. Dia hendak mencuci bus dan memanaskan mesin bus."Tiba-tiba terdengar tembakan dan ledakan. Pas mau nengok ke jalan raya, saya langsung dilarang petugas dan diminta masuk lagi. Tujuh teman saya juga demikian. Ada 8 bus diparkir. Akhirnya saya nggak jadi manasin bus," tutur Waluyo.Dituturkan dia, baku tembak terjadi cukup lama, hampir sekitar 1 jam. Bahkan anggota Densus 88 Antiteror sampai menaiki atap kantornya, dipakai untuk menembak."Saya sempat lihat ada 1 mobil kijang punya polisi tertembak di pintu sebelah kiri, tapi tidak jelas lihat nopolnya. Saya bertahan di dalam kantor dan baru berani keluar pukul 07.30 WIB setelah baku tembak reda," kisah Waluyo.
(sss/)











































