May Day, Pabrik Sepatu Tangerang & Surabaya Terancam Tutup

May Day, Pabrik Sepatu Tangerang & Surabaya Terancam Tutup

- detikNews
Sabtu, 29 Apr 2006 13:48 WIB
Jakarta - Pabrik sepatu di Tangerang dan Surabaya terancam tidak beroperasi selama berlangsung perayaan hari buruh sedunia (May Day) pada 1 Mei. Tutupnya pabrik selama satu hari tersebut diperkirakan akan mengakibatkan kerugian miliaran rupiah.Kerugian tersebut disebabkan tidak adanya persediaan stok barang, karena buruh yang mengerjakannya tidak masuk. Sementara pabrik dituntut harus menyelesaikan order sepatu untuk ekspor."Kita belum hitung nilai kerugian, yang jelas ada anggota kita yang menyatakan akan tutup, diantaranya yang berlokasi di Tangerang dan Surabaya," kata Sekjen Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Yudhi Komarudin.Hal itu diungkapkan Yudhi usai acara diskusi tenaga kerja jelang May Day, yang diselenggarakan Radio Trijaya, di Plaza Semanggi, Jakarta, Sabtu (29/4/2006).Ketika ditanya apakah jumlah kerugiannya bisa mencapai miliaran, Yudhi mengatakan, "Ya pasti sebesar itu, karena 300 ribu buruh pabrik sepatu tidak bisa menyetor target kerjanya pada hari itu,".Selain terganggunya kiriman ekspor, menurut Yudhi, pengiriman barang untuk kebutuhan lokal juga bakal terhambat."Karena pengiriman untuk ke airport, dipastikan juga tidak bisa hari itu," katanya.Yudhi mengusulkan jika ingin merayakan hari buruh sebaiknya dilakukan diluar jam kerja. "Kalau alasannya untuk ritual tahunan kenapa baru dibesar-besarkan tahun ini. Bukanlah lebih baik kalau dirayakan bersama di pabrik," ujar Yudhi.Dia juga menyayangkan, sikap pemerintah yang cuek dengan permasalahan ini dan seolah-olah menghadapkan buruh dengan pengusaha."Saat ini yang terjadi buruh dihadapkan ke pengusaha, harusnya pemerintah bersikap sebagai penengah. Jangan hanya mengundang investor dengan mengatakan saya akan berikan karpet merah ke investor, padahal di dalam sini masih gontok-gontokan," tutur Yudhi.Yudhi khawatir kejadian ini akan merusak industri persepatuan nasional yang sedang bangkit, terkait dengan masuknya lagi order dari perusahaan sepatu ternama seperti Puma dan Nike. Hal ini terkait dengan ditolaknya sepatu Cina dan Vietnam oleh AS karena tuduhan dumping. "Peluang yang bisa diambil Indonesia ini bisa hilang, karena salah satu kendala investor tidak masuk adalah tenaga kerja. Kalau tidak diperbaiki investor pergi ke negara lain dan berat untuk bisa menarik kembali," papar Yudhi. (ir/)


Berita Terkait