Hakordia 2021: Jokowi ke KPK, Novel Baswedan dkk Resmi ASN Polri

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 17:15 WIB
Presiden Joko Widodo hadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di KPK. Kedatangan Jokowi pun disambut langsung oleh Ketua KPK Firli Bahuri.
Presiden Jokowi (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Terselip dua momen penting di Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2021. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertandang ke KPK untuk memperingati Hakordia 2021 dan 44 eks pegawai KPK resmi dilantik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi ASN Polri.

Arahan Jokowi di KPK

Dalam sambutannya, Jokowi meminta aparat penegak hukum tak berpuas diri mengenai kasus yang telah ditangani.

"Aparat penegak hukum termasuk KPK jangan cepat berpuas diri," ujar Jokowi dalam sambutan di gedung KPK, Kamis (9/12/2021). Jokowi menyampaikan pidatonya setelah Ketua KPK Firli Bahuri memberikan sambutan.

Sebab, kata Jokowi, penilaian masyarakat dalam upaya pemberantasan korupsi belum baik. Jokowi meminta seluruh pihak sadar mengenai penilaian ini.

"Karena penilaian masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi masih dinilai belum baik. Semua harus sadar mengenai ini," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan masyarakat menempatkan masalah pemberantasan korupsi di peringkat kedua sebagai hal mendesak untuk diselesaikan, yaitu dengan persentase 15,2.

"Dalam sebuah survei nasional di Desember 2021 yang lalu masyarakat menempatkan masalah pemberantasan korupsi sebagai masalah kedua yang mendesak untuk diselesaikan," kata Jokowi.

"Urutan pertama adalah penciptaan lapangan pekerjaan ini yang dinginkan masyarakat mencapai 37,3%. Urutan kedua pemberantasan korupsi mencapai 15,2 %. Dan urutan ketiga harga kebutuhan pokok," sambungnya.

Dia menyebut korupsi merupakan extraordinary crime yang memiliki dampak luar biasa. Karena itu, kata Jokowi, penanganannya membutuhkan kerja yang luar biasa.

"Kita menyadari korupsi merupakan extraordinary crime yang mempunyai dampak luar biasa oleh karena itu harus ditangani secara extraordinary juga," tuturnya.

Jokowi Bicara Metode Pemberantasan Korupsi

Jokowi juga meminta metode pemberantasan korupsi di Indonesia terus diperbaiki dan disempurnakan. Jokowi meminta penindakan tidak hanya menyasar peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan.

"Metode pemberantasan korupsi harus terus kita perbaiki dan terus kita sempurnakan. Penindakan jangan hanya menyasar peristiwa hukum yang membuat heboh di permukaan," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan butuh upaya-upaya yang lebih fundamental dan komprehensif dalam pemberantasan korupsi. Manfaat upaya-upaya itu, kata dia, harus dirasakan langsung masyarakat.

"Namun dibutuhkan upaya-upaya yang lebih fundamental, upaya-upaya yang lebih mendasar dan lebih komprehensif yang dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat," ungkapnya.

"Masyarakat menunggu hasil nyata dari pemberantasan korupsi yang langsung dirasakan oleh rakyat melalui terwujudnya pelayanan publik yang lebih mudah dan terjangkau, pembukaan lapangan kerja baru yang lebih bertambah dan berlimpah, serta harga kebutuhan pokok yang lebih murah," imbuh Jokowi.

Jokowi menekankan upaya penindakan korupsi juga penting dilakukan dengan tegas dan tidak pandang bulu. Menurutnya, penindakan korupsi bukan hanya untuk memberikan efek jera, tapi juga untuk menyelamatkan uang negara.

"Upaya penindakan sangat penting untuk dilakukan secara tegas dan tidak pandang bulu. Bukan hanya untuk memberikan efek Jera kepada pelaku dan memberikan efek menakutkan, deterrence effect kepada yang berbuat, tetapi penindakan juga sangat penting untuk menyelamatkan uang negara dan mengembalikan kerugian negara," tutur Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menuturkan, pemberantasan korupsi tidak boleh identik dengan penangkapan. Dia menilai pemberantasan korupsi harus mengobati akar masalah.

"Pemberantasan korupsi tidak boleh terus-terusan identik dengan penangkapan, pemberantasan korupsi harus mengobati Akar masalah. Pencegahan merupakan langkah yang lebih fundamental. Dan kalau korupsi berhasil kita cegah, maka kepentingan rakyat terselamatkan," ungkapnya.

Simak video 'Jokowi Ungkap Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Jauh di Bawah Malaysia':

[Gambas:Video 20detik]



Halaman selanjutnya soal Kapolri melantik Novel dkk.