KPK Cecar Ibu Zumi Zola soal Aliran Duit di Kasus Suap 'Ketok Palu'

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 16:51 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK telah memeriksa Harmina Djohar terkait kasus dugaan suap 'ketok palu' RAPBD Jambi tahun 2017. Ibu dari mantan Gubernur Zumi Zola itu dicecar soal pemberian uang tersangka Apif Firmansyah (AF) terkait perkara.

KPK sebenarnya memeriksa lima saksi lainnya, yakni ibu rumah tangga, Sherin Tharia; mahasiswa, Alvin Raymond; swasta, Asrul Pandapotan Sitohang; swasta, Arnold; dan wiraswasta, Wilina Chandra. Mereka diperiksa Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu kemarin (8/12/2021).

"Para saksi hadir dan didalami keterangannya antara lain terkait dengan dugaan adanya penerimaan oleh tersangka AF untuk diberikan kepada Zumi Zola dan aliran sejumlah dana oleh tersangka AF kepada beberapa pihak di DPRD Jambi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Kamis (9/12).

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat 18 orang sebagai tersangka, 12 di antaranya sudah diproses hingga persidangan. Pihak-pihak yang diproses tersebut adalah mantan Gubernur Zumi Zola, pimpinan DPRD, pimpinan fraksi DPRD, dan pihak swasta.

Zumi Zola divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor dengan 6 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Zumi juga dihukum pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun, terhitung sejak selesai menjalani pidana pokoknya.

Terbaru, ada 12 anggota DPRD Jambi dan seorang swasta yang ditetapkan KPK sebagai tersangka. Ke-12 anggota DPRD Provinsi Jambi yang menjadi tersangka itu diduga mengumpulkan para anggota fraksi di DPRD Jambi terkait pengesahan APBD.

Para anggota DPRD Jambi yang menjadi tersangka diduga menerima Rp 400-700 juta per fraksi atau Rp 100-200 juta per orang. Menurut KPK, dugaan suap untuk pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2017 senilai total Rp 12,9 miliar dan untuk RAPBD 2018 senilai Rp 3,4 miliar. KPK menduga suap itu sebagian berasal dari pengusaha Jeo Fandy Yoesman Alias Asiang.

(azh/knv)