Ngaku Ponakan Bupati-Gelapkan Duit Rp 605 Juta, Pria di Sumsel Ditangkap

M Syahbana - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 16:32 WIB
Polisi tangkap penipu catut nama Wabup Banyuasin (Syahbana-detikcom)
Polisi menangkap penipu yang mencatut nama Wabup Banyuasin. (Syahbana/detikcom)
Palembang -

Seorang pria di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Mukromin Muosid ditangkap polisi terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Dia ditangkap karena diduga menggelapkan uang Rp 605 juta dengan mencatut nama Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin Slamet Samosentono.

"Kita menangkap seorang pria kasus tipu gelap proyek fiktif. Dia nekat menipu dengan mengaku keponakan Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin dan juga mencatut Dinas Pekerjaan Umum Banyuasin, dengan total kerugian korban Rp 605 juta," kata Kapolsek Ilir Timur II (dua) Palembang Kompol M Yuliansyah kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Yuliansyah mengatakan Mukromin menjanjikan korban akan mendapat proyek pembangunan atau perawatan jalan di Banyuasin pada Sabtu (12/6). Proyek pembangunan fiktif itu disebut berada berada di empat ruas jalan di Banyuasin, yakni Jalan Rawang Sari, Jalan Rimba Balai, Jalan HM Isa, dan Jalan Rimpo Kemampo.

"Kepada korban, tersangka ini mengaku proyek fiktif itu didapat dari Wakil Bupati Banyuasin yang merupakan pamannya. Awalnya dia meyakinkan korban berjanji untuk mempertemukan korban dengan Wakil Bupati Banyuasin," katanya.

"Keterangan pelaku, korban sempat diajak bertemu dengan Wabup Banyuasin. Kedatangannya itu dengan berpura-pura meminta pekerjaan ke Wabup," sambung Yuliansyah.

Korban bertambah yakin setelah berjumpa dengan Wabup. Korban kemudian diajak pelaku kembali ke lokasi untuk meyakinkan korban bahwa proyek tersebut benar ada.

"Tersangka kembali meyakinkan korban dengan iming-iming agar semua bisa terealisasi dan proyek tersebut bisa di dapat korban, korban disuruh pelaku mengeluarkan uang sebesar Rp 605 juta, yang akan diberikan ke Wakil Bupati Banyuasin dan Dinas Pekerjaan Umum," katanya.

Setelah tiga kali menerima uang dari korban, pelaku meyakinkan korban dengan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) fiktif dan memberikannya kepada korban. Korban kemudian melapor ke polisi karena curiga.

"Korban yang curiga proyek tersebut tak kunjung didapat melapor polisi pada Agustus 2021. Setelah dilakukan penyelidikan, proyek tersebut ternyata tidak ada. Itu terungkap setelah pihak kepolisian melakukan koordinasi dan pemeriksaan ke Dinas Pekerjaan Umum Banyuasin, sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 605 juta tersebut," bebernya.

Polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku. Sejumlah barang bukti turut diamankan. Mukromin disebut telah mengakui perbuatannya.

"Tersangka kini di tahan dan dijerat tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman kurungan penjara 4 tahun," jelasnya.

(haf/haf)