Masyarakat Setuju Pembatasan BBM Bagi Orang Mampu
Sabtu, 29 Apr 2006 13:30 WIB
Jakarta - Polemik pembatasan bahan bakar minyak (BBM) terus mengemuka. Namun berdasarkan pantauan detikcom, ternyata masyarakat lebih memilih pembatasan pemakaian BBM daripada kenaikan harga BBM.Apalagi jika pembatasan BBM dikenakan terhadap warga yang hanya memiliki kendaraan di atas 2000 cc. "Kenaikan harga BBM akan berdampak besar bagi semua kalangan," kata Hariwijaya seorang warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan kepada detikcom Jumat (28/4/2006).Menurut Hari, pembatasan BBM akan jauh lebih baik jika pembatasan diutamakan bagi mobil plat merah yang dalam penggunaannya lebih banyak untuk keperluan pribadi daripada untuk dinas. "Bagusnya plat merah itu yang pembatasannya diatur karena jelas-jelas merugikan negara saja" tambah Hari.Hal serupa juga dikemukakan oleh Wulandari warga Jakarta. Menurutnya, pembatasan BBM bagi orang mampu justru lebih baik dibandingkan dengan kenaikan harga BBM."Itu sudah resiko mereka yang punya kendaran mewah apalagi mereka tergolong mampu, daripada BBM naik lagi bisa repot, kasihan masyarakat yang di bawah," ujar Wulandari.Sementara itu ditempat terpisah, seorang pemilik kendaraan berkapasitas 2000 cc bernama Joni warga Menteng, Jakarta Selatan mengaku tak mempermasalahkan adanya niatan pembatasan BBM bagi orang mampu. "Tidak apa-apa pembatasan itu. tidak ada masalah," kata Joni yang memiliki Nissan Terrano ini.
(ahm/)











































