Sejumlah Bahan Peledak Ditemukan di Kontrakan Teroris
Sabtu, 29 Apr 2006 12:44 WIB
Wonosobo - Seperti yang sudah diduga, rumah kontrakan yang ditempati 4 teroris di Wonosobo memang sarat bahan peledak. Tidak hanya 1 senjata jenis revolver, mereka juga menggunakan 1 senjata buatan RRC. Salah satu senjata itu sempat dipakai orang kepercayaan Noordin M Top, Muhtafirin, untuk menembak. "Dan itu sudah diakuinya ketika diperiksa aparat," ungkap Kapolri Jenderal Pol Sutanto di lokasi rumah kontrakan 4 teroris yang digerebek, Desa Binangun, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (29/4/2006).Saat ini, imbuh Kapolri, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pencarian di lokasi lain. "Mereka itu adalah orang yang berbahaya karena mampu merekrut calon-calon untuk bom bunuh diri, mampu merakit dan membuat bom," katanya.Selain senjata, polisi juga menemukan detonator yang sudah siap dirakit, rompi bom, selongsong peluru, beberapa butir peluru dan sejumlah dokumen. Sayang Kapolri tidak menjelaskan isi dokumen tersebut.Keempat anak buah Noordin itu digerebek sekitar pukul 06.00 WIB setelah sejak pukul 03.00 WIB dikepung tim gegana dan Densus 88.Abdul Hadi alias Bambang dan Jabir tewas dalam penyerangan tersebut. Sedangkan Solahudin dan Muhftafirin berhasil ditangkap hidup-hidup. Keduanya kini dibawa ke Polda Jateng.Abdul Hadi adalah tangan kanan Noordin M Top dan Dr Azahari yang mampu merakit bom dan terlibat pengeboman di berbagai lokasi. Sedangkan Jabir salah satu teroris yang terlibat pengeboman di kedubes Australia, 2004 lalu. Sementara Sholahuddin terlibat dalam peledakan bom Atrium Senen dan Muhtafirin adalah kurir kepercayaan Noordin.
(umi/)











































