Isu Punya Kekuatan Gaib Bikin Warga di Langkat Dibakar Hidup-hidup 8 Pria

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 14:43 WIB
Konferensi pers pria dibakar hidup-hidup di Langkat, Sumut (Datuk Haris Molana/detikcom)
Konferensi pers pria tewas dibakar hidup-hidup di Langkat, Sumut (Datuk Haris Molana/detikcom)
Langkat -

Seorang pria di Langkat bernama Darwin Sitepu (38) tewas akibat dibakar hidup-hidup oleh delapan orang. Kedelapan pria itu membakar Darwin hidup-hidup karena termakan isu Darwin memiliki kekuatan gaib.

Direskrimum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja awalnya menjelaskan delapan tersangka ditangkap di tempat berbeda. Kedelapan tersangka itu adalah FS (37), ISS (42), LS (26), ABS (33), PS (55), SS (25), MAS (39), serta EDS (30).

Tatan menyebut para tersangka mengklaim memiliki surat untuk menguasai lahan yang dijaga korban. Setelah petugas mengecek ke instansi terkait, lokasi itu ternyata masuk kawasan hutan produksi.

"Masing-masing pihak mengklaim memiliki surat keterangan camat, kemudian dari pihak tersangka memiliki surat ahli waris. Namun perlu diketahui lokasi tersebut adalah kawasan hutan produksi terbatas," ujar Tatan di Mapolda Sumut, Rabu (8/12/2021).

Tatan menyatakan perselisihan terkait kepemilikan lahan telah terjadi sejak 3-4 bulan lalu. Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 340 Sub Pasal 338 dan/atau Pasal 187 ke 3e KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara minimal 20 tahun.

Termakan Isu Korban Punya Kekuatan Gaib

Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting mengatakan kasus ini bermula pada 2 Desember 2021. Saat itu para tersangka berkumpul di rumah dan berencana mengusir korban supaya meninggalkan lahan yang diklaim milik mereka.

Ferio mengatakan mereka hendak mengusir korban karena ada isu korban memiliki kekuatan gaib. Menurut Ferio, para pelaku berencana membakar korban hidup-hidup karena ada isu korban tidak mempan pada senjata tajam.

"Mereka merencanakan, apabila si korban tidak meninggalkan lahan tersebut, mereka akan menghabisinya dengan cara membunuh korban. Mereka merencanakan ini dengan melakukan pembakaran. Karena adanya isu di keluarga mereka bahwa si korban memiliki kekuatan gaib, kekuatan tidak mempan dengan sajam (senjata tajam), sehingga mereka memutuskan untuk melakukan pembakaran kepada korban," kata Ferio.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.