Kemenag Targetkan Revitalisasi 1.000 KUA/Tahun hingga 2024

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Kamis, 09 Des 2021 13:05 WIB
Ilustrasi Pelayanan KUA
Foto: Kemenag
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) terus menggencarkan program Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) 2021. Program yang menyasar 106 KUA pada 2021 ini fokus pada peningkatan layanan yang prima, kredibel, dan moderat, serta ramah terhadap perkembangan teknologi.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam, Muhammad Adib Machrus mengatakan hingga 2024, pihaknya menargetkan revitalisasi 1.000 KUA per tahun secara bertahap.

"Sejumlah peningkatan menunjang pelayanan yang prima, kredibel, dan moderat terus dilakukan Kemenag seperti pembaruan infrastruktur, kelengkapan fasilitas, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang tersedia," ujar Adib dalam keterangan tertulis, Kamis (9/12/2021).

Adib menyebut KUA sebagai representasi Kemenag di tingkat Kecamatan akan dibekali sejumlah layanan berbasis online. Sebut saja Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) berbasis web, Sistem Informasi Wakaf (Siwak), serta Sistem Informasi Masjid (Simas). Layanan digital tersebut dinilainya semakin mempermudah masyarakat karena bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

Selain itu, masyarakat tak perlu repot bolak-balik datang ke KUA, karena dapat mengisi data dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan pada layanan online yang tersedia.

"Misalnya saja terkait pendaftaran nikah, melalui Simkah, masyarakat bisa memilih lokasi akad nikah beserta jadwalnya, lalu mengisi data informasi diri pada formulir yang disediakan di dalam Simkah. Melalui Simkah ini, masyarakat juga bisa menikmati layanan kartu nikah digital," terang Adib.

Selain itu, Adib menyebut pihaknya juga melakukan pembaruan infrastruktur serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini guna menambah kualitas pelayanan di KUA. Dikatakannya, pegawai di KUA telah dibekali ilmu dan pengalaman, termasuk dalam membentuk jejaring lokal. Mereka juga semakin aktif dalam memberikan saran dan masukan di hadapan jajaran pimpinan lembaga di tingkat kecamatan.

"Keaktifan pegawai di KUA ini dibarengi dengan perubahan program Kursus Calon Pengantin (Suscatin) menjadi program Bimbingan Perkawinan (Bimwin). Kegiatan bimbingan yang dulu hanya sebatas penasehatan penghulu terhadap calon pengantin, kini tak lagi sama," tuturnya.

Ia menjelaskan program Bimwin kini menawarkan fasilitas bimbingan yang lebih komprehensif dan waktu yang lebih memadai bagi pasangan calon pengantin. Di dalamnya akan dibahas persiapan menjelang pernikahan dari banyak aspek, seperti persiapan mental, kesehatan diri, ekonomi, kiat menghadapi problematika rumah tangga atau manajemen konflik, membina keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, dan aspek-aspek lainnya.

"Sinergi KUA dengan lembaga setingkat di kecamatan tidak hanya pada saat pengadaan Bimwin saja, tetapi pada layanan-layanan lainnya, misalnya terkait integrasi data antara KUA dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)," katanya.

"Lewat layanan kolaborasi ini, pasangan pengantin baru mendapat kemudahan dalam pengurusan kartu identitas, mereka akan memperoleh KTP, KK, buku nikah, kartu nikah yang baru. Hal ini tidak mungkin bisa dinikmati masyarakat apabila pegawai KUA bersifat pasif," tandasnya.

(ncm/ega)