Warga di Batu Bara Sumut Bikin 'Kuburan' Protes Jalan Rusak

Perdana Ramadhan - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 19:47 WIB
Kuburan di tengah jalan (Dok istimewa)
Kuburan di tengah jalan. (Dok. Istimewa)
Batu Bara -

Warga di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara (Sumut), melakukan protes terhadap kondisi jalan yang rusak dengan membangun 'kuburan' lengkap dengan nisan yang terbuat dari papan kayu serta taburan bunga di atasnya. Hal ini seketika viral di media sosial.

Dilihat detikcom, Rabu (8/12/2021), ada beberapa foto 'kuburan' yang beredar salah satunya di Instagram Zensuryahidayat. Lokasi tersebut diketahui berada di dusun III Desa Bagan Baru Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batu Bara.

"Saya hanya mendokumentasikan. Tadi pagi saya lewat di situ kuburannya sudah ada," kata Surya saat dimintai konfirmasi wartawan.

Surya, yang juga warga desa setempat, menambahkan, kondisi jalan desa tersebut sudah parah dan belum pernah tersentuh pembangunan pemerintah.

"Kalau dilihat itu kondisi jalannya tanah. Setahu saya sejak saya kecil jalan itu masih begitu. Tambah parah kalau musim hujan," terang dia.

Kuburan di tengah jalan (Dok istimewa)Kuburan di tengah jalan. (Dok. istimewa)

Protes warga dengan mendirikan 'kuburan' di atas badan jalan yang rusak menurutnya bukan kali pertama. Beberapa hari lalu, warga juga pernah menanam pohon pisang dan tebu di badan jalan yang rusak sebagai bentuk kritik agar jalan mereka segera mendapat perhatian sentuhan pembangunan.

"Kemarin itu, ada ditanam pohon pisang, tebu juga ada," ucapnya.

Menurutnya, jalan di desanya tersebut hancur dan sama sekali tidak mendapat perhatian pemerintah padahal masyarakat warga sudah setiap tahun mengusulkan pembangunan jalan tersebut.

"Setiap tahun disuarakan masyarakat agar jalan itu dibangun tapi sampai sekarang tidak pernah ada perbaikan," ucapnya.

Sementara itu dimintai konfirmasi terpisah, Camat Kecamatan Nibung Hangus, Wandi, memaklumi kritik warganya terhadap kondisi jalan di tempat mereka.

"Itu kan haknya mereka, cuma kita kan juga sudah berusaha-berusaha melalui anggota dewan kita dan tinggal menunggu proses saja," kata Wandi.

Wandi mengatakan jalan yang disoal warga tersebut sebenarnya sudah mendapatkan perbaikan berupa perawatan. Hanya, kondisi permukaan tanahnya lembek sehingga membuat jalan tersebut cepat rusak dan rawan berlubang.

"Kalau di situ (jalan rusak) memang agak panjang juga sampai 3 atau 4 kilometer," terangnya.

Dia juga mengharapkan masyarakat bisa bersabar menunggu perbaikan jalan.

"Warga sabar saja lah, semua itu kan ada proses," kata dia.

(isa/isa)