THM di Bali Beroperasi hingga Pukul 1 Dini Hari Saat Nataru, Tak Ada Pesta

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 13:11 WIB
Pertemuan Satpol PP Provinsi Bali dengan pengelola THM jelang Nataru. (Sui Suadnyana/detikcom)
Pertemuan Satpol PP Provinsi Bali dengan pengelola THM jelang Nataru. (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membatasi jam operasional tempat hiburan malam (THM) hanya sampai pukul 01.00 Wita saat Natal dan tahun baru 2022. Pengelola THM dilarang menggelar pesta.

"Jam operasional kita minta sudah close sekitar jam 1 (dini hari). Karena di Bali ini kan baru buka mereka jam 9 di klub-klub malam," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Darmadi kepada wartawan usai pertemuan dengan pelaku kelab malam di kantornya, Rabu (8/12/2021).

Kemudian pengunjung THM juga dibatasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. THM juga diminta mengontrol jumlah pengunjung dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi.

Dewa Darmadi juga meminta THM membentuk Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 internal. Satgas inilah yang bertugas memberikan informasi sehingga pengunjung untuk mematuhi protokol kesehatan.

Dewa Darmadi menegaskan, meski diizinkan buka saat Nataru, pihak pengelola THM tidak diizinkan untuk menggelar pesta, termasuk pesta kembang api. Pesta tidak diizinkan karena euforianya cenderung berlebihan.

"Tidak boleh ada party, (kembang api) tidak boleh ada. Sudah jelas kalau namanya party pasti kecenderungan euforia berlebihan, pasti itu. Ini yang kita tidak izinkan. Tidak boleh ada pesta kembang api dan tidak boleh ada party khusus. Tidak boleh ada mendatangkan artis tamu," tegasnya.

Dirinya memastikan akan melakukan tindakan tegas terhadap para pengelola THM yang melanggar ketentuan. Pihaknya di Satpol PP provinsi bersama kabupaten dan kota bakal turun melakukan pemantauan.

"Iya kita akan melakukan tindakan tegas bilamana mereka melanggar. Jelas ada pemantauan karena kita sudah ada komitmen dan kita sepakati ada tindakan tegas (berupa) sanksi penutupan bahkan mungkin pendendaan tergantung salahnya seperti apa," kata dia.

Adapun ketentuan denda bagi pelaku usaha di Bali sebesar Rp 1 juta. Sanksi penutupan sementara antara 1-2 bulan dan penutupan permanen bisa saja dilakukan bila pengelola THM masih bandel.

Untuk diketahui, dalam pertemuan tersebut Satpol PP Provinsi Bali mengundang 34 perwakilan para pelaku manajemen usaha kelab malam malam di tiga kabupaten dan kota, yakni Badung, Denpasar, dan Gianyar. Pertemuan dalam rangka menyepakati menerapkan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Tak hanya mengundang pengelola THM, nantinya Satpol PP Provinsi Bali bakal mengundang pengelola usaha karaoke yang juga tersedia di tiga kabupaten dan kota.

(nvl/nvl)