Blak-blakan Prof M. Nuh

Usia Seabad, M. Nuh Berharap NU Mandiri Secara Ekonomi & Politik

Deden Gunawan - detikNews
Rabu, 08 Des 2021 07:16 WIB
Jakarta -

Sepuluh tahun sebelum mendirikan NU, KH Hasyim Asya'ri dan kawan-kawan sudah membentuk kelompok pendidikan, perdagangan, serta membangun kecintaan terhadap bangsa dan negara. Lalu 10 tahun setelah NU berdiri, ada fatwa NU Cabang Jombang mendirikan poliklinik (kesehatan). Kesadaran ini, menurut Ketua Pengarah Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) Prof Dr Mohammad Nuh, yang harus dibangun kembali oleh segenap pengurus NU.

"Kecuali untuk urusan kebangsaan, saya kira NU sudah selesailah. Tapi yang masih menjadi musuh bersama adalah kemiskinan (ekonomi) dan ketidaktahuan (pendidikan). Dua ini yang harus diberesi," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, 2009-2014, itu kepada detikcom di kantornya, Selasa (7/12/2021).

Karena muktamar di Lampung nanti merupakan yang terakhir menjelang satu abad pertama kehadiran NU, dia melanjutkan, NU harus banyak melakukan konversi dan transformasi atas berbagai aset yang dimiliki menjadi sesuatu yang riil bagi kemaslahatan umat, bangsa dan negara. Karena itu muktamar mengambil tema, 'Satu abad NU: Kemandirian dalam berkhidmat untuk perdaban dunia'.

Maknanya, kata M.Nuh, setiap orang yang masuk ke struktur NU bukan untuk mencari hidup tetapi justru untuk memberikan pelayanan, kebaikan bagi masyarakat secara keseluruhan. "Untuk itu kita harus mandiri secara ekonomi, sosial, politik, dan lainnya. Kalau kita berkhidmat masih tergantung orang lain, ya pasti akan ada saja titipan A dan B. Ada terjadi semacam transaksional," tambah Nuh.

Setelah terjadi riak-riak terkait jadwal pelaksanaan muktamar, PBNU tadi malam akhirnya memutuskan bahwa muktamar di Lampung digelar sesuai jadwal yang telah disepakati Oktober lalu, yakni 23-25 Desember 2021. Keputusan ini dibuat tak lepas dari kebijakan pemerintah yang membatalkan penerapan PPKM level 3 di seluruh daerah di masa libur Natal dan tahun baru.

Beberapa jam sebelumnya, kepada detikcom M. Nuh sempat mengungkapkan bahwa jadwal muktamar dimajukan sehari lebih cepat demi menghormati perayaan Hari Natal, 25 Desember.

Pada bagian lain, M. Nuh juga memaparkan Sembilan agenda pokok yang akan dibahas dalam muktamar. Selengkapnya, saksikan dalam program Blak-blakan di detikcom, Rabu (8/12/2021).




(jat/jat)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork