Sesjen MPR Terima Anugerah Meritokrasi 2021

Dea Duta Aulia - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 23:11 WIB
Sekjen MPR Maruf Cahyono
Foto: MPR
Jakarta -

Sekretaris Jenderal (Sesjen) MPR, Ma'ruf Cahyono mendapat Anugerah Meritokrasi Tahun 2021. Penghargaan ini diberikan oleh KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) kepada kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah yang berhasil menerapkan sistem merit dengan katagori baik dan sangat baik.

Ma'ruf mengaku bangga menerima penghargaan tersebut. Pasalnya anugerah ini tak hanya sebagai wujud dari capaian prestasi namun juga bagian dari upaya reformasi birokrasi.

"Bangga mendapat apresiasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Anugerah ini merupakan wujud nyata bahwa reformasi birokrasi berjalan di Setjen MPR," ujar Ma'ruf dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021).

Ma'ruf berharap dengan adanya penghargaan ini, ke depannya sistem pembinaan di lingkungan Setjen MPR dapat melahirkan ASN yang profesional, netral, dan mampu memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat.

"Berharap ke depan sistem pembinaan ASN di lingkungan Setjen MPR dapat mewujudkan para ASN yang profesional, netral dan mampu melayani para anggota MPR dan masyarakat, sebagai sistem pendukung tugas-tugas dan kewenangan konstitusional MPR," katanya.

Anugerah Meritokrasi dinilainya menjadi instrumen yang mendukung upaya pembinaan ASN secara lebih transparan dan akuntabel. Sehingga, mampu melahirkan ASN yang memiliki kompetensi di bidangnya.

"Anugerah ini juga akan memudahkan bagi Setjen MPR untuk menempatkan para ASN sesuai dengan kompetensi umum maupun bidang yang dimilikinya," ungkapnya.

Selain itu, Anugerah Meritokrasi disebut akan memberikan kemandirian bagi sistem pembinaan PNS di lingkungan Setjen MPR untuk bisa menentukan kualifikasi jabatan yang sesuai dengan kebutuhan dan melalui suatu alat ukur yang sudah ditentukan dalam sistem.

"Harapannya dengan penghargaan ini akan terus memacu semangat untuk terus meningkatkan sistem pembinaan ASN Setjen MPR RI sebagai pelaksanaan dari manajemen PNS. Sehingga melahirkan sumber daya manusia aparatur, para birokrat yang dapat bekerja secara profesional meskipun ruang lingkup tugas layanannya berada dalam lembaga politik(legislatif)," jelasnya.

Ma'ruf Cahyono menjelaskan, ada tantangan yang mesti dihadapi dalam menerapkan sistem merit. Pertama, kualitas dari SDM aparatur untuk memberikan suatu layanan yang sesuai dengan kebutuhan anggota MPR maupun masyarakat. Kedua, kebutuhan SDM yang masih kurang kuantitasnya. Ketiga, diakui bahwa lembaga politik sangat dinamis tugas tugasnya, sehingga dengan sistem merit, Setjen MPR mampu melaksanakan pembinaan ASN secara transparan dan akuntabel.

Ia yakin, tantangan itu bisa dilewati dengan peningkatan kualitas SDM sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dijalankan dengan maksimal. "Kekurangan jumlah ASN dapat ditutupi dengan meningkatkan SDM yang berkualitas," pungkasnya.

Simak Video 'Jateng Ungguli Jatim, Jabar dan DKI Jakarta dalam Anugerah Meritokrasi':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)