Kemnaker Gaet BUMN & Swasta Perkuat Kemandirian BLK Komunitas

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 22:11 WIB
Kemnaker
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker RI) tengah menjajaki kemitraan dengan berbagai pihak untuk mempercepat kemandirian Balai Latihan Kerja Komunitas (BLK-K) di berbagai lembaga keagamaan dan Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) se-Indonesia. Saat ini, tercatat sejumlah perusahaan besar mendukung pelaksanaan BLK Komunitas.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi Dan Produktivitas (Binalavottas) Kemnaker, Budi Hartawan Saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Nasional Balai Latihan Kerja Komunitas (FKN-BLK K), di Harris Hotel & Convention Bekasi, yang diselenggarakan Senin dan Selasa (6-7/12).

Rakernas FKN BLK Komunitas tahap pertama itu diikuti oleh lima BLK Unit Pelaksana Teknik Pusat (BLK UPTP), Para Pengurus dan Tim Ahli FKN BLK Komunitas, serta 75 Koordinator Wilayah BLK Komunitas se Wilayah Jawa-Madura.

Budi mencontohkan kemitraan yang dijalin Pertamina Enduro dalam pemutakhiran peralatan bengkel di BLK Komunitas, sekaligus mendorong bantuan peralatan serta branding kewirausahaan untuk alumni pelatihan di BLK Komunitas jurusan otomotif. Selain Pertamina, PT Sampoerna, PT Panasonic, dan Mitra Kunci USAID juga telah menjalin kemitraan untuk penguatan kemandirian BLK Komunitas, melalui pelatihan instruktur, serta pelatihan berbasis kompetensi untuk masyarakat sekitar BLK Komunitas.

Ia menambahkan Kemnaker juga telah menjalin kemitraan dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Kementerian Koperasi dan UKM dalam hal pemanfaatan BLK Komunitas sebagai pelayanan pelatihan vokasi dan kewirausahaan berbasis masyarakat. Sebanyak 25 BLK Komunitas dengan tata kelola terbaik juga telah ditetapkan sebagai inkubator bisnis kewirausahaan, yang diarahkan untuk membina kelompok masyarakat dan telah mendapat bantuan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) dari Kemnaker RI.

Dengan model kemitraan dan sinergi program tersebut, kata Budi, diharapkan BLK Komunitas mampu membentuk jejaring ekonomi yang memperkokoh ekosistem kewirausahaan masyarakat yang tentunya akan berimbas pada pengurangan jumlah pengangguran.

"Berdasarkan evaluasi terhadap BLK Komunitas angkatan 2017 dan 2018 yang dilakukan PRAKARSA (2020), secara umum BLK Komunitas mampu meningkatkan akses warga terhadap pelatihan kerja dan meningkatkan keterampilan SDM Indonesia. Lulusan BLK Komunitas sudah mampu masuk ke pasar kerja dan mampu menjadi wirausahawan yang menciptakan lapangan kerja baru. Ke depan, diharapkan BLK Komunitas semakin banyak yang berkembang dan mampu menyelenggarakan pelatihan secara mandiri dan berkelanjutan," tutur Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Budi menegaskan kemandirian BLK Komunitas sangatlah penting karena akan menjamin keberlanjutannya di tengah keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah. Selain itu, Kemandirian dan keberlanjutan BLK Komunitas akan berkontribusi bagi peningkatan SDM Indonesia yang terampil, unggul, maju, toleran, dan berakhlak mulia.

Staf Khusus Menaker, Caswiyono Rusydie Cakrawangsa menambahkan BLK Komunitas adalah terobosan besar Pemerintah Indonesia dalam mengakselerasi dan memperluas kesempatan pelayanan pelatihan vokasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Di belahan dunia lain, pelatihan vokasi diselenggarakan hanya oleh pemerintah atau swasta. Tapi di Indonesia, pelatihan vokasi juga dilaksanakan oleh masyarakat melalui komunitas keagamaan. Kehadiran BLK Komunitas sangat penting untuk menyediakan pelayanan pelatihan vokasi berbasis masyarakat. Karena itulah kemandirian BLK Komunitas menjadi keniscayaan agar dapat tampil menjadi pusat pengembangan SDM yang kompeten dan berdaya saing," urai Caswiyono.

Ia mengatakan Rakernas FKN BLK Komunitas diharapkan mampu menjadi ruang penguatan sinergitas antara lembaga pengelola BLK Komunitas dengan stakeholder ketenagakerjaan di daerah hingga internasional.

"Ini merupakan momentum strategis, bagian dari quick win dari Sembilan Lompatan Menteri Ketenagakerjaan dan Perpres Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Dalam Perpres tersebut, Kemnaker ditunjuk sebagai leader pelatihan vokasi di seluruh kementerian dan lembaga dari mulai pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja," kata Caswiyono.

(ega/ega)