DPRD Surabaya Minta Aksi Vandalisme di Cagar Budaya Ditindak Tegas

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 21:44 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony mengaku prihatin melihat maraknya vandalisme di dinding bangunan cagar budaya. Dia mendesak agar Pemerintah Kota Surabaya memberikan sanksi tegas agar vandalisme tidak terus terjadi.
Foto: Dok. DPRD Surabaya
Jakarta -

Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony mengaku prihatin melihat maraknya vandalisme di dinding bangunan cagar budaya. Untuk itu dia mendesak agar Pemerintah Kota Surabaya memberikan sanksi tegas agar vandalisme tidak terus terjadi.

"Mari semua warga berpartisipasi menjaga estetika kota. Hindari vandalisme. Apalagi sampai mencoret bangunan cagar budaya. Bisa jadi warga menganggap itu bangunan kuno tanpa nilai," kata Thony dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Saat menyusuri kawasan cagar budaya di Jalan Gula, Thony mengaku kaget karena nilai eksotis cagar budaya jadi terenggut oleh vandalisme. Menurutnya, harus ada papan larangan di setiap titik cagar budaya. Apalagi mengingat bangunan cagar budaya tersebut memiliki nilai sejarah sehingga perlu dilestarikan dan diberdayakan. Sehingga dia meminta pemkot Surabaya menindak tegas pelaku vandalisme.

"Pemkot wajib mengedukasi warganya agar tidak merusak bangunan cagar. Selain papan larangan juga pengawasan bersama pemilik bangunan," tuturnya.

Pimpinan DPRD ini juga mendorong Pemkot Surabaya agar serius mengembangkan kota tua. Dia menyebut perlu ada pengelolaan kelestarian cagar budaya di tengah situasi yang terus berkembang.

Dia menilai aspek kebudayaan yang ada tersebut tidak hanya menarik wisatawan lokal. Melainkan bisa menjadi daya tarik yang bisa ditawarkan kepada masyarakat global.

"Tentu Surabaya bisa untuk menawarkan kekayaannya supaya bisa mendongkrak ekonomi dengan hadirnya wisatawan mancanegara. Ketika banyak dikunjungi orang kehidupan ekonomi meningkat. Ini menjadi perhatian bersama," pungkasnya.

(akd/ega)