Kalla: Kritik Boleh, Asal Tidak Menghina
Sabtu, 29 Apr 2006 00:40 WIB
Jakarta - Kritik atas sebuah kebijakan, sering membuat merah kuping para pejabat negara ini. Wapres Jusuf Kalla berharap kritikan yang dilontarkan tidak bernuansa penghinaan."Silahkan kritik pemerintah, tapi jangan menghina. Memang bedanya tipis. Kita harus saling mengerti dan janga menghina," ujar Kalla dalam sambutannya di acara perayaan HUT harian Rakyat Merdeka, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Jumat (28/4/2006), pukul 22.00 WIB.Di era demokratisasi ini, tambah Kalla, memang setiap orang memiliki kebebasan untuk berbicara dan menyampaikan pendapatnya. Namun, kebebasan tersebut bukan tanpa batasan. Kebebasan yang tanpa batas tersebut seringkali menyinggung perasaan orang yang mendapatkan kritik."Kita kadang-kadang sering tersinggung, tapi kita tidak merasa menyinggung orang lain," tandas Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini.Dia mencontohkan saat salah satu media massa Indonesia membuat karikatur PM Australia, bangsa ini merasa senang semuanya. Namun, ketika karikatur SBY dibuat oleh pers Australia, seluruh rakyat Indonesia memprotesnya dengan keras."Pers kita adalah pers yang berbudaya. Kita perlu maju dan kita perlu saling bantu. Tapi jangan menghina," cetus Kalla bijak.
(fay/)











































