Walhi Kritik Danny Pomanto Sebut Banjir Makassar Genangan: Wali Kota Bingung!

Hermawan Mappiwali - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 17:19 WIB
Banjir di Perumahan Dewi Karmila Sari, Tamalanrea, Makassar.
Banjir di wilayah Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar (Noval/detikcom)
Makassar -

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan (Sulsel) mengkritik Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto yang menyebut banjir di Makassar hanya genangan. Walhi menilai Danny bingung menghadapi kenyataan banyaknya titik banjir dengan ketinggian air bervariasi.

"Menurut saya, pernyataan itu bentuk kebingungan Wali Kota menghadapi banyaknya titik banjir di Kota Makassar dengan ketinggian yang bervariasi," ujar Direktur Walhi Sulsel Muhammad Al Amin kepada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Al Amin tegas menyatakan tak sependapat dengan Danny yang tidak terjadi banjir di Kota Makassar dan hanya genangan yang cukup tinggi. Dia menyebut pernyataan itu jelas-jelas keliru.

"Genangan air itu ya banjir. Kalau ada volume air yang besar tertahan di suatu tempat atau wilayah karena berbagai faktor dan menyebabkan gangguan, apalagi kerugian, itu adalah banjir. Jadi nggak usah mengatakan genangan air, karena itu keliru," katanya.

Walhi juga menyinggung pernyataan Danny yang menyebut genangan air tinggi dipicu rob air laut. Dia menilai pernyataan Danny tersebut lagi-lagi keliru.

"Kalaupun Pak Wali Kota mengatakan genangan disebabkan oleh kenaikan air laut, sehingga terjadi rob, itu merupakan salah satu faktor terjadinya banjir," tuturnya.

Al Amin pun mengungkapkan, sudah sejak lama, terutama sejak adanya proyek reklamasi, rob kerap terjadi di Makassar, yang menyebabkan air tak dapat mengalir normal ke hilir, sehingga menyebabkan banjir.

"Ditambah lagi dengan air kiriman dari Kabupaten Gowa, yang meningkatkan ketinggian air di Kota Makassar dan daya dukung dan daya tampung Kota Makassar yang sudah sangat rendah. Kesemua itu merupakan penyebab terjadinya banjir di Kota Makassar," katanya.

Oleh sebab itu, Walhi Sulsel meminta Danny fokus terhadap segala faktor yang memicu Makassar rawan banjir. Termasuk faktor daya tampung yang sudah sangat rendah tersebut.

"Saya kira, Walhi Sulsel telah memberi masukan dan catatan kepada Wali Kota Makassar saat beliau dilantik menjadi orang nomor 1 di Kota Makassar," katanya.

Namun sejumlah masukan terhadap Danny itu dinilai belum berjalan. Al Amin kemudian mengungkap bahwa kantor Walhi Sulsel saat ini pun turut dilanda banjir.

"Maka, merasakan banjir yang terjadi di Kota Makassar saat ini, di mana kantor Walhi Sulsel dan beberapa kantor NGO juga sekarang telah tergenang air, menunjukkan bahwa Kota Makassar semakin rentan, kritis dan tak berdaya menghadapi musim hujan," pungkas Al Amin.

Sebelumnya, Danny menyatakan tak ada banjir di Makassar. Ketinggian air dinilainya tak cukup tinggi sehingga hanya merupakan genangan.

"Sekarang secara menyeluruh hampir semua ada genangan yang cukup tinggi. Kenapa saya katakan genangan, bukan banjir, karena ini lebih pada pengaruh rob atau air laut tinggi. Tadi malam itu paling tinggi dan curah hujan kita paling besar ini pagi," kata Danny Pomanto kepada wartawan, Selasa (7/12).

Danny kemudian berharap air surut hari ini. Dia pun menyebut ada beberapa warga yang mengungsi, meski kebanyakan masih memilih bertahan di rumah masing-masing.

Danny mengaku telah memerintahkan jajarannya memantau warga terdampak apa yang disebutnya genangan cukup tinggi itu. Danny meminta bawahannya segera mengungsikan warga jika banjir semakin parah.

"Kita juga memonitor semua pertolongan. BPBD dan Dinsos sudah bekerja, Dinkes dan relawan kami mobilisasi di semua tempat, dan kemudian Dinas Pemadam Kebakaran dan PDAM melakukan persiapan air bersih dan mempersiapkan tempat pengungsian," terang dia.

(hmw/nvl)