Bertemu KSAD, Mahfud Bahas Penanganan Papua-Pemetaan Daerah 'Panas'

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 16:54 WIB
Mahfud MD (Dok istimewa)
Mahfud Md (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md menerima kunjungan Kelapa Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas soal penanganan permasalahan di Papua dan pemetaan daerah rawan konflik.

Pertemuan berlangsung di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (7/12/2021). Hadir mendampingi, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono dan Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

"Kita sudah mapping daerah yang agak panas. Yang agak panas kan daerah tertentu saja dan orangnya itu itu saja, jangan terlalu banyak buang energi ke situ, oleh sebab itu kita membina Papua sebagai saudara kita," kata Mahfud seperti disampaikan dalam keterangan tertulis, Selasa (7/12/2021).

Mahfud mengatakan Papua layaknya saudara yang harus diperlakukan sama seperti provinsi lainnya. Dia menyebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua bukan saudara.

"Papua itu saudara kita, bukan KKB. Papua itu saudara kita sama dengan Jawa, Sumatera, Bugis, Aceh. Papua kita perlakukan sama sebagai bagian dari NKRI," ujarnya.

Mahfud menuturkan, untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di Papua, pendekatan yang akan dilakukan adalah kesejahteraan. Mahfud menjelaskan, untuk melaksanakan Inpres No 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat serta Undang-Undang No 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus Papua perlu dilakukan kerja sama yang kolaboratif.

"Pendekatan yang akan dipergunakan itu, adalah pendekatan kesejahteraan, di mana sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah baik itu aparat, personal, maupun keuangan, akan difokuskan dalam upaya membangun kesejahteraan dalam suatu kerja yang kolaboratif, komprehensif, sesuai dengan Inpres," jelasnya.

Mahfud menyampaikan pemerintah juga akan terus mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan Papua. Dialog dilakukan dari kepala adat hingga pimpinan organisasi kepemudaan di sana.

"Ada yang mengatakan kita harus dialog dengan rakyat Papua, kita akan terus meneruskan melakukan dialog, karena selama ini juga seperti masyarakat tahu kita terus lakukan berdialog. Saya mengundang mereka ke sini, berdialog dengan kepala adat, akademisi, pimpinan keagamaan, pimpinan organisasi kepemudaan, kita akan terus mengutamakan dialog dalam rangka membangun Papua," ucapnya.

Sementara KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menyatakan siap mendukung program pemerintah yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menyiapkan personel-personel yang akan melaksanakan tugas operasi. Dia mengatakan nantinya dalam operasi tersebut akan ada pembinaan kepada masyarakat.

"Kami sudah mendapat arahan dari Pak Menko, kami akan mendukung program pemerintah yang sudah dicanangkan oleh Presiden. Ini ditindaklanjuti oleh Panglima TNI bahwa di Papua pendekatannya adalah pendekatan kemanusiaan, yaitu melakukan operasi teritorial yang di dalamnya adalah pembinaan-pembinaan kepada masyarakat, sehingga kami jajaran angkatan darat mendukung penuh dan akan menyiapkan jajaran kami dalam rangka program tersebut," kata Dudung.

(dek/isa)