Polisi: Korban Penembakan di Bintaro Buntuti O karena Disangka Pejabat DKI

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 14:59 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkap alasan korban penembakan maut di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan, membuntuti pria berinisial O. Korban disebut melakukan pembuntutan lantaran mengira O merupakan pejabat Pemprov DKI Jakarta.

"Mereka menganggap adalah pejabat Pemprov DKI karena (pelat nomor) belakangnya RFJ," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/12/2021).

Zulpan menjelaskan, O dikira pejabat Pemprov DKI karena menggunakan mobil dengan pelat 'RFJ'.

"Cuma dia ini yang dianggap oleh pembuntut ini dia melihat ini mobil RFJ," ungkapnya.

Korban Mengaku Wartawan

Zulpan melanjutkan para korban juga mengaku sebagai wartawan. Polda Metro akan berkoordinasi dengan PWI terkait pengakuan tersebut.

"Keterangan yang diberikan kepada penyidik adalah sebagai wartawan. Saya tidak sebutkan medianya, tapi mereka menyebut diri mereka sebagai wartawan, tentunya kita akan berkoordinasi dengan PWI terkait keabsahan keanggotaan mereka," tuturnya.

Ipda OS Jadi Tersangka

Polisi menetapkan Ipda OS sebagai tersangka kasus penembakan di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan. Penembakan tersebut memakan korban, salah seorang di antaranya meninggal dunia.

"Berdasarkan pemeriksaan penyidikan dan gelar perkara yang baru saja tuntas dan hari sudah diputuskan, maka penyidik tetapkan status Ipda OS dalam kasus ini sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/12/2021).

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah polisi melakukan pemeriksaan saksi dan bukti. Atas perbuatannya, Ipda OS dijerat Pasal 351 dan/atau 359 KUHP.

Kasus penembakan yang dilakukan oleh Ipda OS terjadi pada Jumat (27/11) di Exit Tol Bintaro, Jakarta Selatan. Saat itu Ipda OS mengaku membantu pria inisial O yang melapor kepadanya tengah dibuntuti oleh tiga kendaraan dari Sentul.

Dua orang terluka dari tindakan penembakan Ipda OS. Dua orang itu bernama M Aruan dan Poltak Pasaribu. Poltak Pasaribu kemudian dinyatakan meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di RS Pelni.

Simak Video: Status Ipda OS Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro Ditentukan Besok!

[Gambas:Video 20detik]



(mae/fjp)