Diduga Depresi, Bule Belanda Ngamuk Pecahkan Kaca Minimarket di Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 14:44 WIB
Pelaku perusakan kaca minimarket di Bali (Dok istimewa)
Pelaku perusakan kaca minimarket di Bali (Dok istimewa)
Jakarta -

Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Belanda bernama Francisco-Smits Yannick Cosme-Ad (26) diamankan polisi di Bali. Pasalnya, Francisco mengamuk tanpa sebab hingga memecahkan kaca minimarket.

Pria tersebut diamankan pada Senin (6/12) sekitar pukul 10.00 Wita. Adapun minimarket yang dirusak berada di Banjar Pengembungan, Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

"Modus operandi pelaku memasuki toko dengan cara memecahkan kaca pintu masuk," kata Kasi Humas Polres Badung Iptu I Ketut Sudana dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (7/12/2021).

Sudana menjelaskan pihaknya mendapat keterangan dari karyawan minimarket bernama Yanse Michael (23). Karyawan tersebut pada Minggu (5/12) sekitar pukul 24.00 Wita kedatangan bule yang diduga melakukan perusakan tersebut.

Awalnya bule itu meminta roti dan air kepada karyawan minimarket karena tidak punya uang. Karena minimarket sudah tutup, karyawan mengusir bule tersebut. WNA itu pun pergi meninggalkan lokasi.

Keesokan harinya pada Senin (6/12) sekitar pukul 08.00 Wita karyawan minimarket lain bernama Linda (19) yang membuka toko terkejut melihat pintu kaca sudah dalam keadaan pecah dan rusak.

Selain itu, barang lain berupa 1 botol minyak goreng dan 1 botol minum air mineral turut rusak. Karyawan itu juga menemukan ceceran darah di dalam toko dan 2 buah tas hitam yang diduga milik bule tersebut.

Melihat peristiwa tersebut, Linda langsung menghubungi Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Pererenan dan pemerintah desa. WNA tersebut kemudian diamankan ke Polsek Mengwi.

Menurut Sudana, setelah diamankan, bule tersebut masih terus mengamuk. Karena itu, polisi menyerahkan bule tersebut ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung.

"Karena pelaku terus ngamuk tidak jelas, selanjutnya dari Satpol PP mengajak pelaku ke RSUD (Mangusada) Kapal untuk mendapatkan penanganan diakibatkan luka yang dialami pada pelaku," terang Sudana.

Saat di RSUD Mangusada, pelaku dikunjungi oleh temannya bernama De Goederen Nikolaus (24). Teman pelaku kemudian berkoordinasi kepada konsulatnya. Dari pihak konsulat disarankan agar pelaku dirawat lebih lanjut di RSUP Sanglah.

Kemudian bule tersebut dibantu oleh Satpol PP bersama teman korban diantar ke RSUP Sanglah untuk menerima perawatan. Menurut Sudana, kondisi pelaku saat ini sudah mulai membaik, tapi belum bisa diajak berkomunikasi.

Sudana menegaskan pihak minimarket tidak melanjutkan proses secara hukum. Teman WNA tersebut mengganti kerugian yang dialami oleh pihak minimarket.

"Sementara pelaku diduga mengalami depresi," tegas Sudana.

(isa/isa)