Jalan Menuju Islah, F-KB DPR Akan Rombak Kepengurusan

Jalan Menuju Islah, F-KB DPR Akan Rombak Kepengurusan

- detikNews
Jumat, 28 Apr 2006 17:51 WIB
Solo - Jalan menuju islah bagi PKB semakin mendekati kenyataan. Para anggota F-KB di DPR RI dari kedua kubu berprakarsa merombak kepengurusan F-KB di DPR RI. Kepengurusan baru inilah yang diharapkan sebagai pintu masuk bersatunya kembali PKB. Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPR RI dari F-KB Mufid Rahmat saat menghadiri silaturahmi warga PKB di Ponpes Al-Muayyad Windan, Solo, Jumat (28/4/2006) sore. "Semula ada 28 dari 51 anggota F-KB yang sepakat tapi sekarang sudah bertambah menjadi 32 orang," ujarnya. Mufid mengatakan bahwa 32 anggota F-KB DPR itu berasal dari kedua kubu yang berseteru. Dia mengatakan tanggal 30 April mendatang 32 orang itu akan mengadakan pertemuan lanjutan untuk mematangkan rencana pembentukan pengurus fraksi yang baru di DPR. "Anggota F-KB DPR di Senayan sekarang ini sudah ada kesadaran untuk bertemu dan bersepakat. Mereka telah meneguhkan hati untuk mengakhiri persoalan yang terjadi dan entry point yang digunakan adalah perombakan kepegurusan fraksi tersebut," ujarnya. "Kami melihat kunci islah ini berada di tangan anggota DPR. Kami harapkan langkah tersebut benar-benar menjadi kunci bagi terbukanya pintu islah di PKB," lanjut politisi asal Boyolali yang hingga saat ini juga masih Ketua GP Ansor Jawa Tengah tersebut. Acara silaturahmi yang dihadiri sekitar 200 orang pengurus PKB dari ranting hingga DPC PKB di Solo, Sukoharjo, Klaten dan Boyolali itu diadakan untuk menyikapi perseteruan di tubuh PKB yang berkepanjangan dan menyulitkan konsolidasi kader PKB di bawah. Inisiatifnya datang dari anggota F-KB DPRD Jateng dari daerah pemilihan (DP) Jateng V Hussein Syifa' yang Muktamar Semarang. Hussein lalu mengundang Mufid Rahmat anggota F-KB di DPR RI juga berasal dari DP Jateng V yang pro Muktamar Surabaya. Dalam silaturahmi itu keduanya hadir menjawab dan menampung berbagai keluhan warga PKB. Sedangkan sebagai pihak netral dihadirkan pengamat politik dari UNS, Totok Sarsito. Dalam kesempatan itu, Hussein Syifa' juga mengatakan langkah paling tepat bagi PKB untuk menghadapi masa depan hanyalah islah. Dia mencontohkan banyak persoalan yang terjadi sebagai dampak perpecahan. Bahkan di beberapa daerah perpecahan telah mengarah pada tindak kekerasan. Sedangkan Totok Sarsito mengatakan ada harapan baru bagi PKB untuk menjadi partai besar jika langkah yang dilakukan anggota F-KB di DPR itu bisa benar-benar terlaksana dan dapat menjadi pembuka pintu rekonsiliasi. "Faksional di mana-mana akan selalu ada. Di partai manapun bahkan dalam partai di negara demokrasi paling maju sekali pun. Yang terpenting adalah dapat mengolah faksi-faksi itu menjadi dinamika bukan sebagai media perpecahan," ujar Totok Sarsito. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads