Kejati Sumut Tangkap Buron Kasus Korupsi Dana Pendidikan Jarak Jauh Rp 5,8 M

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 09:01 WIB
Kejati Sumut tangkap buron kasus korupsi dana pendidikan Rp 5,8 M (dok. Istimewa)
Foto: Kejati Sumut tangkap buron kasus korupsi dana pendidikan Rp 5,8 M (dok. Istimewa)
Medan - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menangkap NB (36) yang merupakan tersangka kasus dugaan korupsi dana Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Rp 5,8 miliar. NB ditangkap usai buron sejak tahun 2016.

"Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengamankan DPO NB (36) tersangka kasus tindak pidana korupsi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas SBM Tahun Anggaran (TA) 2012 senilai Rp 2.411.647.891 dan 2013 senilai Rp 3.600.000.000," kata Asintel Kejatisu Dwi Setyo Budi Utoma lewat Kasi Penkum Yos Tarigan, Selasa (7/12/2021).

Dwi mengatakan NB diduga melakukan tindak pidana korupsi saat dia menjabat sebagai bendahara pelaksanaan kegiatan PJJ di Universitas SBM. Usai ditetapkan sebagai tersangka, NB tidak pernah menghadiri pemanggilan Kejaksaan.

"NB ditetapkan tersangka sejak Mei 2016 lalu hingga ditetapkan DPO tidak pernah hadir saat dipanggil tim penyidik Kejaksaan Negeri Nias Selatan tekait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Universitas SBM," ucap Dwi.

NB yang buron sejak 2016 ditangkap di Jalan Pelajar Timur, Medan, pada Senin (6/12) malam. Dia kemudian dibawa ke Kejati Sumut.

"Tersangka diduga terlibat penyalahgunaan keuangan negara sebagaimana ditampung APBD Kabupaten Nias Selatan lewat mata anggaran belanja dana biaya operasional perguruan tinggi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan," tutur Dwi Setyo.

Dwi mengatakan penetapan tersangka kepada NB dilakukan setelah ada hasil audit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan. Setelah ditangkap, NB akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Nias Selatan.

"Dugaan kerugian keuangan negara berdasarkan perhitungan dan audit BPKP Perwakilan Provinsi Sumut senilai Rp 5.895.953.828. Untuk penanganan lebih lanjut tersangka NB kita serahkan ke Kejaksaan Negeri Nias Selatan," kata Asintel.

Simak juga '5 Terdakwa Kasus Korupsi ASABRI yang Dituntut 10-15 Tahun Penjara':

[Gambas:Video 20detik]



(afb/haf)