Penjagaan Maksimal, Warga Tenang Hadapi Mayday
Jumat, 28 Apr 2006 17:37 WIB
Jakarta - Rencana ribuan buruh yang akan turun ke jalan memperingati Mayday ditanggapi biasa oleh warga ibukota. Besarnya jumlah aparat keamanan ternyata membuat masyarakat tenang menghadapi aksi demo itu.Sejumlah warga ibukota yang ditemui detikcom, Jumat (28/4/2006), mengaku tidak merisaukan adanya aksi Mayday. Ibu Widya (43) misalnya mengatakan tidak khawatir dengan maraknya aksi buruh."Katanya penjagaannya 14 ribu orang, itu kan banyak dan akan aman," ujar pemilik rumah makan di Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, ini.Meski demikian, ia mengaku tetap berhati-hati. "Kalau anarkis, pastinya warung saya akan bakal langsung tutup," cetusnya.Hal senada juga diungkapkan Rahman (34) dan Rudi (41). Rahman mengaku yakin unjuk rasa yang akan terjadi tidak akan diwarnai pengrusakan. "Apalagi ada ancaman tembak di tempat oleh polisi," kata karyawan salah satu bank swasta di Jalan Gajah Mada, Jakpus, ini.Rudi menambahkan, jika khawatir berlebihan justru akan membuat hidup menjadi tidak tenang. "Kalau kita khawatir terus malah nantinya tidak dagang," ucap pemilik toko alat listrik di Jalan Juanda, Jakpus ini.Tetapi, hal serupa tidak dirasakan Rusdi (52), pemilik rumah makan di Jalan Gajah Mada, Jakpus. Ia mengaku khawatir aksi anarkis buruh terulang kembali. Karena itu, ia berencana menutup warungnya pada 1 Mei nanti. "Ini langkah antisipasi kalau terjadi aksi anarkis," tandasnya.
(ton/)











































