Pemberangkatan Umroh Diputuskan Usai Tahun Baru, Ini Sejumlah Catatan Ahli

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 07:22 WIB
MECCA, SAUDI ARABIA , OCTOBER 22, 2020 - Pilgrims circle the Kaaba in Masjid al-Haram - umrah Fewer Muslims people Socially Distanced corona virus wearing face mask
Ilustrasi (Foto: Getty Images/Ayman Zaid)
Jakarta -

Rencana keberangkatan jemaah umroh Indonesia akan diputuskan usai tahun baru. Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, menyebut pemberangkatan jemaah umroh ke Saudi tidak masalah dengan sejumlah catatan.

"Menurut saya tidak masalah terus dijalankan dengan syarat kriteria ketat," ujar Dicky kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

"Booster aja dulu," lanjutnya.

Dicky mengatakan booster harus segera diberikan ke jemaah umroh dengan jenis vaksin apapun. Kemudian jemaah juga harus dipastikan tidak memiliki penyakit bawaan.

Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky BuFoto: Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky Budiman)

"Usia di bawah 50 kemudian tidak berkomorbid dan karantinanya sebetulnya yang penting adalah karantina pas pulangnya," imbuh Dicky.

"Ini yang harus dipantau adalah terutama ketika pulang mungkin antara 10 atau 14 hari, nanti kita lihat perkembangan dan keharusan untuk melakukan karantina, lama karantinanya," sambungnya.

Jemaah harus melaksanakan protokol kesehatan, kata Dicky, dengan ketat terutama ketika di pesawat.

Dicky kemudian memprediksi bahwa varian Omicron sudah ada di Indonesia. Namun saat ini belum terdeteksi karena minimnya tracing.

"Prediksi saya sih (Omicron) sudah ada juga di kita (Indonesia) juga, bukan nggak ada, cuma masalah waktu aja karena kemampuan kita yang terbatas dalam (whole) genom sequencing," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah menyambut baik keputusan Arab Saudi yang menerima jemaah umroh yang telah disuntik vaksin COVID-19 Sinovac. Namun pemerintah akan memutuskan pemberangkatan jemaah seusai Natal dan tahun baru.

"Pemerintah sekarang konsentrasi Nataru dulu, agar mudah-mudahan Nataru bisa dikendalikan dengan baik, baru setelah itu kita akan melihat kapan kita akan buka untuk kegiatan umroh," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam jumpa pers daring, Senin (6/12/2021).


Kasus Omicron Pertama di Saudi

Otoritas Arab Saudi mengonfirmasi satu kasus varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron, di wilayahnya. Kasus varian Omicron pertama di Saudi ini terdeteksi pada seseorang yang baru tiba dari Afrika.

Seperti dilansir Arab News dan CNN, Rabu (1/12/2021), kantor berita Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa kasus positif Corona varian Omicron itu ditemukan pada seorang warga negara Saudi yang baru pulang dari sebuah negara di Afrika bagian utara. Warga Saudi itu telah menjalani karantina usai dinyatakan positif varian Omicron.

Simak Video 'Pemerintah Tunda Keberangkatan Umrah karena Varian Omicron':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/knv)