19 Titik Lokasi Pengungsian 2.004 Warga Terdampak Erupsi Semeru

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 02:05 WIB
Puluhan warga di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang mengungsi. Mereka terdampak erupsi Gunung Semeru.
Pengungsian warga terdampak erupsi Gunung Semeru (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Jakarta -

Sebanyak 2.004 warga mengungsi imbas bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Ribuan warga yang mengungsi itu tersebar di 19 titik pengungsian di 3 kecamatan.

"Terkait dengan perkembangan warga mengungsi, sebanyak 2.004 warga berada di 19 titik pengungsian yang tersebar di 3 kecamatan, antara lain Kecamatan Pronojiwo, Candipuro dan Pasirian," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/12/2021).

Abdul menyebut jumlah pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Candipuro dengan jumlah 1.136 jiwa, Pasirian 563 jiwa dan Pronojiwo 305 jiwa. Warga yang mengungsi itu tinggal sementara di balai desa hingga masjid yang disiapkan sebagai tempat pengungsian.

Berikut distribusi titik pengungsian warga di 3 kecamatan tersebut:

1. Kecamatan Candipuro: Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumbermujur, Dusun Kampung Renteng di Desa Sumberwuluh, Dusun Kajarkuning di Desa Sumberwuluh dan Kantor Camat Candipuro.

2. Kecamatan Pasirian: Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian, Masjid Baiturahman Pasirian dan Masjid Nurul Huda Alon Pasirian.

3. Kecamatan Pronojiwo: SDN Supiturang 04, Masjid Baitul Jadid di Dusun Supiturang, SDN Oro Oro Ombo 3, SDN Oro Oro Ombo 2, Masjid Pemukiman Dusun Kampung Renteng di Desa Oro Ombo, Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai Desa Sumberurip, SDN Sumberurip 2, dan rumah-rumah kerabat di Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus yang terletak di Desa Oro Oro Ombo.

Update Korban Erupsi Semeru

Berdasarkan data terkini pada Senin (6/12), pukul 20.15 WIB, korban jiwa yang tercatat sementara antara lain luka-luka 56 orang, hilang 22 orang dan meninggal dunia 22 orang. Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa.

Rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 8 orang di Kecamatan Candipuro. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendataan dan validasi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: