Pengacara Nilai Tuntutan Hukuman Mati ke Heru Hidayat Berlebihan

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 07 Des 2021 00:14 WIB
Jakarta -

Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, dituntut jaksa dengan hukuman mati terkait kasus korupsi PT ASABRI. Pengacara menilai tuntutan mati di luar kewenangan jaksa.

"Tuntutan mati jelas adalah tuntutan yang berlebihan dan menyalahi aturan, sebab hukuman mati dalam UU Tipikor diatur dalam Pasal 2 ayat 2, sedangkan dalam dakwaan Heru Hidayat, JPU tidak menyertakan Pasal 2 ayat 2 UU Tipikor dalam dakwaannya," kata pengacara Heru, H.B.H Kresna Hutauruk kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

Kresna mengatakan jaksa mendakwa Heru dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Tipikor serta Pasal 3 dan 4 UU TPPU. Sehingga dia menilai tuntutan jaksa di luar dakwaan.

"Tuntutan di luar dakwaan ini kan jelas tidak sesuai aturan, berlebihan, dan di luar wewenang JPU atau bisa dianggap abuse of power," ucapnya.

Kresna menyebut jaksa menuntut Heru Hidayat dengan hukuman mati secara tiba-tiba. Padahal, kata dia, dalam dakwaan itu tidak ada pasal yang mengarah ke tuntutan mati.

"Alasan JPU bahwa ini adalah merupakan pengulangan tindak pidana adalah tidak benar, bisa dilihat sendiri di KUHP apa itu pengertian dari pengulangan tindak pidana, orangnya harus dihukum dulu, baru kemudian melakukan tindak pidana. Sedangkan dalam perkara ini, jelas tempus perkara Asabri yang didakwakan JPU adalah 2012-2019, sebelum Heru Hidayat dihukum kasus AJS, sehingga jelas ini bukan pengulangan tindak pidana," ujarnya.

Menurut dia, selama persidangan tidak ada saksi yang menyebut kliennya menerima uang Rp 12 triliun sebagaimana dakwaan dan tuntutan jaksa. Dia juga menilai unsur kerugian negara tidak terbukti.

Lebih lanjut, dia menilai tuntutan jaksa ini mencederai keadilan. Menurutnya, menilai tuntutan mati jaksa ke Heru hanya untuk membuat sensasi.

"Kita di pengadilan ini kan untuk menegakkan hukum dan mencari keadilan, bukan untuk mencari nama atau membuat sensasi. Tentunya tuntutan yang di luar dakwaan ini sudah mencederai rasa keadilan dalam perkara ini, khususnya untuk Heru Hidayat," katanya.