APBD 2022 Diketok, Pemkab Kendal Bentuk 4 Dinas Baru

Saktyo DImar R - detikNews
Senin, 06 Des 2021 23:28 WIB
Pemkab Kendal
Foto: dok. Pemkab Kendal
Kendal -

DPRD dan Pemerintah Kabupaten Kendal telah mengetok palu atau meresmikan rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2022. Alokasi APBD 2022 mengusung tema pembangunan yang telah ditetapkan RPJMD pada tahun 2022 yakni Kendal Recovery yang diremikan 26 November 2021.

"Tema pembangunan tersebut untuk meningkatkan dan mengembalikan kondisi ekonomi dan akselerasi pembangunan Kendal di masa pandemi COVID-19 dengan fokus anggaran pada sektor ekonomi, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan," tulis Pemkab Kendal dalam keterangan tertulis, Senin (6/12/2021).

Selain menetapkan alokasi anggaran, pada tahun 2022 Bupati Kendal membentuk 4 dinas baru yang fokus pada bidang ekonomi kerakyatan, industri, tenaga kerja, dan pendapatan daerah. Keempat dinas tersebut adalah Dinas Pendapatan Daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah, serta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

"Pembentukan Dinas Pendapatan dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan pemecahan dari Badan Keuangan Dearah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memisahkan urusan keuangan dan aset internal Pemerintah Kabupaten Kendal dengan urusan peningkatan pendapatan daerah," imbuh Pemkab Kendal.

"Pemecahan ini dilakukan agar dinas pendapatan mampu lebih fokus dalam mengoptimalkan peningkatan pendapatan daerah seperti menyelesaikan permasalahan pajak, PBB-P2, retribusi, dan sebagainya," lanjutnya.

Sedangkan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah fokus dalam melaksanakan dan mengelola keuangan pemerintah daerah seperti distribusi anggaran, optimalisasi sistem keuangan, pengelolaan aset daerah, dan sebagainya.

Selain pengelolaan keuangan daerah, dibentuk juga dinas perdagangan, koperasi, dan usaha kecil menengah (UKM) yang merupakan penggabungan dari dinas perdagangan dan bidang koperasi dan UKM yang sebelumnya adalah dinas perindustrian, koperasi, dan UKM.

"Penggabungan kedua dinas tersebut sangat penting mengingat Bapak Bupati sangat fokus pada pengembangan ekonomi kerakyatan dalam hal ini optimalisasi pasar tradisional, koperasi, dan digitalisasi UMKM dengan target hingga UMKM eksport," ungkap Pemkab Kendal.

"Selain itu ini akan memperkuat capaian Misi Bupati yang salah satunya adalah memajukan UMKM kendal yang didukung dengan infrastruktur mumpuni seperti jalan tol dan pelabuhan. Diharapkan penggabungan ini dapat mempermudah koordinasi antara dinas perdagangan, koperasi, dan UKM sehingga lebih dapat fokus, optimal, dan mengakselerasi pengembangan ekonomi kerakyatan di Kendal," imbuhnya.


Dinas baru terakhir yang dibentuk di tahun 2022 adalah Dinas Perindustrian dan Tenaga kerja yang merupaka penggabungan dari dinas perindustrian, koperasi, dan UKM serta dinas tenaga kerja. Dengan adanya pembentukan dinas baru ini dianggap jadi kabar baik mengingat sektor industri adalah salah satu misi kuat Bupati Kendal yang juga memerlukan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini adalah tenaga kerja yang siap dan unggulan.

Oleh karena itu penggabungan kedua dinas tersebut dinilai inovatif dan menjadikan kedua sektor tersebut saling terintegrasi dalam hal ini terkoneksinya tenaga kerja dengan kebutuhan SDM industri. Dibandingkan sebelummya yang terpisah sehingga memperlambat pertumbuhan dan perkembangan industry di Kendal. Penggabungan ini diharapkan mampu mengakselerasi industri di kendal dan mengoptimalkan tenaga kerja kerja yang unggul.

"Sebagai kesimpulan, pembentukan 4 dinas baru ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan APBD 2022 yang telah diketok. Serta guna mengakselerasi ekonomi dan pembangunan daerah sehingga target pembangunan dan visi misi Bupati dapat tercapai pada tahun tersebut dan mendatang. Tentu hal tersebut tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, namun juga perlu adanya peran aktif dan keterlibatan dari masyarakat luas," pungkasnya.

(prf/ega)