Wapres: Peringatilah Hari Buruh dengan Gembira, bukan Demo!
Jumat, 28 Apr 2006 17:20 WIB
Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengimbau masyarakat luas tidak khawatir terhadap akan adanya aksi besar-besaran para buruh memperingati Hari Buruh Internasional pada tanggal 1 Mei. Untuk memperingati hari buruh, sebaiknya dilakukan dengan riang gembira. "Satu Mei itu esensinya sesuatu yang diperingati dengan baik. Bukan harus demo apa saja tidak ada arahnya, ada masukan dari luar macam-macam yang campur aduk. (Hari buruh) bukan begitu tentunya. Riang gembiralah," kata Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (28/4/2006). Kalla menuturkan, di negara-negara lain, Hari Buruh diperingati secara damai dan syahdu. Bahkan di negara-negara sosialis, peringatan buruh dilakukan mirip lebaran. Para pekerja di perkotaan pulang kampung untuk berkumpul dengan sanak keluarganya. "Hanya satu-satunya 1 Mei diperingati dengan rencana demonstrasi cuma di Indonesia. Di negara lain justru buruh memperingatinya dengan suatu yang syahdu dan gembira. Kalau pun di Indonesia ada buruh yang memperingati, kita harapkan seperti itu," tuturnya. Wapres mempertanyakan asprasi apa lagi yang hendak disampaikan para buruh dalam unjuk rasa besar-besaran itu nanti. Sebab semua aspirasi buruh tentang rencana revisi UU Ketenagakerjaan sebenarnya sudah disampaikan pada pemerintah dalam dialog langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu. "Sudah dibicarakan, sudah didemo-demokan, sudah dibicarakan ke presiden. Aspirasi apa lagi? Kita sudah dengar semua. Saya kira berlebih-lebihan, kalau dibicarakan terus menerus," ujar Kalla. Lebih lanjut ia mengingatkan besarnya potensi kerugian yang dihadapi, bila para buruh terus berunjuk rasa. Seperti upah buruh yang tidak terbayarkan karena pabriknya berhenti berproduksi.
(asy/)











































