Viral Pria Siram Dupa Warga Sembahyang di Binjai, Begini Duduk Perkaranya

Datuk Haris Molana - detikNews
Senin, 06 Des 2021 18:23 WIB
poster
Ilustrasi Video Viral (Edi Wahyono/detikcom)
Binjai -

Video menunjukkan pria diduga menyiram dupa saat ada umat Buddha sedang bersembahyang di salah satu kompleks perumahan di Binjai, Sumatera Utara (Sumut), viral. Polisi menjelaskan duduk perkara masalah yang sedang tahap mediasi ini.

Dilihat detikcom, Senin (6/12/2021), dalam video viral itu, tampak sejumlah orang berada di area perumahan. Ada seorang pria bercelana pendek dan bermasker yang disorot perekam.

Seseorang terdengar menanyakan sejumlah hal kepada pria bercelana pendek itu. Perekam pun kemudian mengarahkan kamera ke arah dupa yang telah mati.

"Nah inilah orang yang menyiram mati dupa kita ya yang sembahyang, sebagai umat beragama. Namanya Acun, iya kan, Pak?" ujar perekam.

"Iya, betul, betul," jawab pria bercelana pendek itu.

"Tanpa persetujuan, ya?" tanya perekam lagi.

"Iya, betul, betul," jawab pria bercelana pendek.

Perekam kemudian menunjukkan dupa telah mati disiram itu. Dia menyebut dupa itu hanya beberapa batang.

"Ini dia dupanya yang disiram mati, padahal cuma berapa batang," sebut pria itu lagi.

"Mungkin ini kita laporkan penistaan agama ya," sambungnya.

Dalam narasinya, pengunggah menyebut seorang pria menyiram dupa yang sedang menyala di Binjai Barat, Kompleks Gatot Mas. Pengunggah menyebut peristiwa itu terjadi saat umat Buddha sedang melakukan sembahyang bertepatan dengan hari Che It.

"Tepat hari che it buat sembahyang bagi etnis Tionghoa beragama Buddha. Selama beratus tahun budaya dan tradisi membakar dupa besar. Baru kali ini ada yang dengan sengaja menyiram mati semua dupa yang dipasang, tanpa persetujuan pihak tatung dan dengan lagaknya menjawab iya tanpa ada rasa menyesal/rasa bersalah. Ini sama saja penistaan agama. Padahal pelaku etnis Tionghoa," tulis pengunggah.

Polisi Jelaskan Duduk Perkara

Kasubbag Humas Polres Binjai Iptu Junaidi mengatakan pihaknya sudah mengetahui peristiwa itu. Pihaknya bakal melakukan mediasi.

"Iya dimediasi," kata Junaidi.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.