Kepercayaan Publik Turun Versi Survei Indikator, Ini Kata KPK

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 06 Des 2021 18:17 WIB
Plt Jubir KPK, Ali Fikri
Plt Jubir KPK, Ali Fikri (dok. istimewa)
Jakarta -

Indikator Politik Indonesia menyampaikan hasil survei tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja KPK turun dan kini berada di peringkat ke-5. Menanggapi itu, KPK akan menjadikan hasil survei sebagai bahan masukan untuk perbaikan tugas.

"Kami selalu melihat hasil riset yang mengukur persepsi publik terhadap kinerja KPK sebagai feedback sekaligus bahan masukan terhadap perbaikan atas pelaksanaan tugas-tugas pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

Ali menerangkan, dalam hasil riset itu, sejatinya ada peningkatan positif hasil kinerja pemberantasan korupsi oleh KPK. Hasil itu diperoleh pada Juli dan November.

"Merujuk pada riset tersebut, jika kita bandingkan antara hasil survei pada bulan Juli 2021 dengan November 2021, survei menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap hasil kinerja pemberantasan korupsi secara keseluruhan mengalami peningkatan positif," kata Ali.

Menurut Ali, hasil peningkatan positif pada Juli dan November itu tidak terlepas dari sinergi stakeholder terkait. Tak hanya itu, Ali menyebut peningkatan tersebut juga karena dukungan dari elemen masyarakat.

"Potret baik ini tentu tak lepas dari sinergisitas dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, baik antar-aparat penegak hukum, kementerian/lembaga, instansi pusat maupun daerah, pelaku usaha, dan seluruh elemen masyarakat," kata Ali.

"Publik juga memberikan apresiasinya terhadap penegakan hukum dengan memberikan mayoritas penilaian 'baik'," sambungnya.

Lebih lanjut, Ali mengatakan pihaknya akan mempelajari faktor penyebab menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap KPK. Ali mengatakan publik sejatinya harus memahami bahwa pelaksanaan pemberantasan korupsi bukan hanya sebatas upaya represif, tapi juga ada upaya pencegahan.

"Meskipun dalam poin lainnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK mengalami penurunan. Kami akan mempelajari faktor-faktor penyebab untuk segera melakukan langkah-langkah perbaikannya," kata Ali.

"Selain itu, publik juga penting untuk memahami bahwa pelaksanaan pemberantasan korupsi tidak hanya sebatas pada upaya-upaya represif, dengan menindak para pelaku, juga dilakukan upaya-upaya pencegahan guna memperbaiki sistem dan tata kelola suatu institusi untuk menutup celah-celah rawan korupsi," imbuhnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.