Wapres: Tidak Ingin Harga BBM Naik, Hematlah!
Jumat, 28 Apr 2006 16:29 WIB
Jakarta - Melambungnya harga minyak dunia hingga US$ 74 per barel membuat resah. Subsidi pemerintah terhadap BBM akan semakin tinggi. Salah satu cara agar angka biaya subsidi tidak melonjak adalah menaikkan harga BBM. Tapi, bila tidak ingin harga BBM naik, maka hematlah! Demikian imbauan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla yang disampaikan kepada wartawan di Istana Wapres, Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2006). Menurut dia, pemerintah sudah memutuskan tidak menaikkan harga BBM dalam waktu dekat. Karena itu, Kalla meminta masyarakat untuk berhemat. "Subsidi kita usahakan tidak naik, harga BBM tak naik, maka pilihannya cuma satu, hemat. Tidak ada pilihan lain," kata Kalla. Kalla juga menyampaikan bahwa para pejabat pemerintah sudah memberikan contoh melakukan penghematan energi. Pejabat sudah tidak mengenakan jas, mobil menteri juga memiliki cc yang lebih rendah dibanding zaman lalu. Berikut petikan wawancara Wapres Jusuf Kalla dengan wartawan: Rencana aturan pembatasan untuk hemat BBM? Penghematan banyak hal di semua seksi. Mana, tidak ada lagi pejabat pakai jas. Itu termasuk penghematan. Mobil juga, mobil menteri kan lebih rendah cc-nya dibanding zaman dulu. Masalah bahan bakar lebih banyak di masyarakat umum. Pejabat kan tidak banyak. Bersama-samalah kita hemat. Apa solusi lain penghematan ini?Solusinya naik harga BBM. Kita tidak pakai itu, kan? Karena tidak pakai, untuk menghemat membantu subsidi tidak naik, harga BBM tidak naik, hanya kurangilah pemakaian. Kalau pemakaian tetap, maka subsidi besar. Atau harga naik. Dua-duanya tidak kita pilih kan. Subsidi kita usahakan tidak naik, harga tak naik, maka pilihannya cuma satu, hemat. Tidak ada pilihan lain. Ada kesan kebijakan itu akan mengorbankan masyarakat. Apa tidak ada kebijakan lain?Ke mana pun beban itu jatuhnya ke masyarakat. Kemana pun! You mau jatuhkan itu dengan harga, jatuh ke masyarakat. Jatuhkan dengan subsidi, itu juga masyarakat akan terkena dengan mengurangi pembangunan. Karena kalau naik BBM, semua akan kena. Pemerintah tentu mencari pilihan-pilihan di samping menaikkan produksi. Makanya, Cepu harus dinaikkan. Jadi satu cara untuk mengurangi itu naikkan produksi. Hanya itu pilihan yang dipakai sambil efisiensi yang lain. Target pelaksanaan? Ini kan lagi dihitung-hitung segala kemungkinan. Jadi kita belum putuskan yang mana. Tapi pertama dulu, memberikan pengertian, harapan, imbauan atau tekanan ke semua kita di konsumen. Konsumen itu kan pemerintah dan masyarakat, jadi ya harus menurunkan pemakaian BBM.
(asy/)











































