Bursah Menang, Gus Choi Syukuran
Jumat, 28 Apr 2006 16:11 WIB
Jakarta - Dalam dunia politik, tidak ada pertemanan yang abadi. Begitulah ungkapan yang sering terdengar. Tapi ternyata anggota DPR Effendy Choirie alias Gus Choi dan Bursah Zarnubi ingin membuktikan sebaliknya. Gus Choi dan Bursah berteman sejak mereka belum menjadi politisi terkenal seperti sekarang ini. Kini meski berbeda partai, Gus Choi ikut senang Bursah memenangkan pemilihan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR). Sebagai ucapan selamat untuk kawannya, Gus Choi menggelar syukuran di press room, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/4/2006). Tumpengan nasi kuning dihadirkan Gus Choi khusus untuk Bursah. "Karena saya kawan sejak lama, tidak salah kalau saya mendoakan agar dengan jabatan baru Bursah bisa membawa PBR lebih baik," kata Gus Choi dalam sambutan syukuran tersebut.Gus Choi sengaja memilih menggelar tumpengan, karena dalam tradisi NU, orang yang mendapatkan amanat baru harus didoakan agar bisa mengemban amanat dengan baik. Sementara nasi kuning merupakan tradisi Jawa yang erat hubungannya dengan tradisi NU.Bursah yang tidak menyangka mendapat kado istimewa dari temannya terlihat bungah. Ketua Umum PBR itu pun memuji Gus Choi. Ia membenarkan Gus Choi merupakan kawan akrabnya sejak aktif di pergerakan. "Saya kira saya diundang untuk ngobrol dengan air mineral sajalah. Tapi ternyata ada makan-makannya dan meriah. Terimakasih Effendi," kata Bursah. Bursah menuturkan, Gus Choi dulu sering tidur di kontrakannya. "Ya saat kontrakannya sering pindah-pindah," cerita Bursah. Ungkapan jujur Ketua Umum PBR itu pun membuat acara syukuran jadi ger-geran. Dalam sambutannya, Bursah berharap dia dapat mengemban amanat yang diberikan peserta muktamar PBR dengan baik.
(iy/)











































