Kapal Cepat Rudal Indonesia Diluncurkan Prabowo, Simak Lagi Kecanggihannya

Salma Rafifa Aprillya - detikNews
Senin, 06 Des 2021 14:40 WIB
Kapal Cepat Rudal Indonesia Diluncurkan Prabowo, Simak Lagi Kecanggihannya
Kapal Cepat Rudal Indonesia Diluncurkan Prabowo, Simak Lagi Kecanggihannya (Foto: Dok. Biro Humas Setjen)
Jakarta -

Kapal Cepat Rudal Indonesia resmi diluncurkan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kapal Cepat Rudal atau KCR ke-5 ini merupakan buatan PT PAL Indonesia (Persero).

Acara peluncuran dibuka oleh CEO PT PAL Indonesia (Persero) Kaharuddin Djenod, dan dipimpin langsung oleh Prabowo. Prabowo mengatakan pertahanan nasional tidak boleh diabaikan karena bertujuan melindungi Indonesia.

"Kita sampaikan bahwa tujuan nasional yang pertama adalah melindungi segenap tumpah darah. Berarti pertahanan tidak boleh diabaikan. Negara kaya tanpa pertahanan yang kuat, negara itu akan diinjak-injak oleh bangsa lain. Akan didikte oleh bangsa lain. Kekayaannya akan dirampas. Karena itu, Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo menaruh perhatian yang sangat besar terhadap pertahanan," kata Prabowo di Ship Lift Divisi Kapal Perang PT PAL, dalam keterangan, Minggu (5/11/2021).

Simak informasi mengenai Kapal Cepat Rudal Indonesia yang sudah kami rangkum berikut ini.

Kecanggihan Kapal Cepat Rudal Indonesia

Kapal Cepat Rudal Indonesia ini memiliki kemampuan manuver yang lincah, mampu bergerak secara cepat, serta sesuai fungsinya, mampu mengamankan wilayah maritim dan melakukan pengejaran terhadap kapal asing yang melanggar wilayah teritorial laut RI. Peluncuran kapal KCR kelima ini menjadi bukti atas kemampuan dan kompetensi yang dimiliki PAL sebagai industri pertahanan dalam negeri.

"Tanpa kekuatan maritim yang kuat, tidak mungkin negara kita kuat. Serta ditopang dengan industri pertahanan yang kuat agar kita tidak bergantung dengan industri pertahanan luar negeri", ucap Prabowo.

Kapal Cepat Rudal memiliki panjang 60 meter, lebar 8.10 meter dan tinggi 4.85 meter. Kapal ini juga mampu membawa muatan penuh yaitu sekitar 450-500 ton. Adanya sistem persenjataan membuat KCR ke-5 ini memiliki kemampuan deteksi target di udara, permukaan bahkan di bawah laut.

Selain itu, proses pembangunan Kapal Cepat Rudal Indonesia 60M ke-5 ini menjadi sejarah baru bagi PT PAL Indonesia (Persero). Ini merupakan pertama kalinya pengadaan dua unit kapal yakni KCR 60M ke-5 dan KCR 60M ke-6 dibangun lengkap antara platform dengan sistem persenjataannya.

Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter kelima di Galangan Divisi Kapal Perang PT PAL, Surabaya, Minggu (5/12).Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter kelima di Galangan Divisi Kapal Perang PT PAL, Surabaya, Minggu (5/12). Foto: Dok. Biro Humas Setjen Kemhan.

Kapal Cepat Rudal ini dilengkapi 3 sistem persenjataan, yakni:

  1. Main Gun 57 mm Bofors
  2. Shipborne gun 20 mm
  3. SSM ( Surface to Surface Missile) Exocet 40MM B3

Kapal Cepat Rudal Indonesia Sebagai Pertahanan Dalam Negeri

Kapal Cepat Rudal Indonesia ini memiliki kemampuan untuk patroli dengan jarak tempuh dan kecepatan jelajah mumpuni untuk menjaga laut teritorial Indonesia yang luas pada kondisi Sea State 6 dan kemampuan pengoperasian senjata pada pengoperasian senjata pada Sea State 4. Nantinya KCR 60m ke-5 direncanakan akan bergabung dan memperkuat kapal perang RI yang akan bertugas di satuan kapal cepat Koarmada III.

Prabowo menilai industri pertahanan Indonesia saat ini sudah mampu memenuhi kebutuhan pertahanan dalam negeri. Prabowo menilai PT PAL, merupakan sebuah asset bangsa yang strategis dengan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

"Karena itu harapan pemerintah tentunya, harapan rakyat tentunya adalah kemampuan ini harus digunakan. Semua investasi rakyat di asset ini harus dijaga dengan sebaik baiknya," ujar Menhan Prabowo.

"Kita punya cita-cita besar, harus jadi tuan di laut, darat, dan udara kita sendiri. Kita bersahabat dengan semua negara tapi kita akan mempertahankan kedaulatan dengan segala cara," ujar Prabowo.

Informasi soal Kapal Cepat Rudal Indonesia dapat dilihat di halaman selanjutnya.