Info Terkini soal Isu Reshuffle Rabu Pon 8 Desember 2021

Matius Alfons, Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 06 Des 2021 14:35 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi reshuffle kabinet (Edi Wahyono/detikcom)

Terpisah, Partai NasDem memilih posisi mendengar. NasDem menghormati dan mendukung apapun keputusan Presiden Jokowi perihal reshuffle.

"NasDem sami'na wa atho'na aja lah. NasDem ini partai, yang seperti pidato Pak Surya kemarin ke Pak Jokowi, kita ikut aja. Apa yang menjadi catatan Pak Jokowi terhadap pembantunya itu jadi ranahnya Pak Jokowi," sebut Ketua DPP NasDem, Willy Aditya, di kompleks DPR, hari ini.

"Apa yang dirasa pantas. Tentu Pak Jokowi memiliki catatan-catatan itu. Tentunya NasDem menghormati untuk setiap keputusan yang diambil Pak Jokowi, dan NasDem support keputusan tersebut," sambung dia.

Seperti diketahui, dalam isu reshuffle kali ini, Presiden Jokowi disebut-sebut bakal mengakomodir PAN masuk Kabinet Indonesia Maju. NasDem mengaku tak masalah jika PAN mendapatkan posisi di kabinet.

"Ya kalau NasDem fine saja. Kalau kata Pak Surya sederhananya, satu musuh terasa banyak, seribu kawan terasa kurang. Walaupun tidak meninggalkan objektivitas dalam rangka check and balances. Itu penting karena demokrasi yang maju membutuhkan sparing partner yang kuat," tutur Willy.

Ketua DPP NasDem Willy AdityaKetua DPP NasDem Willy Aditya (Foto: Dok. Pribadi)

Pekan lalu, pihak Istana, dalam hal ini Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, juga sudah menanggapi isu reshuffle pada Rabu pon 8 Desember. Pratikno menyebut belum ada rencana reshuffle dalam waktu dekat.

"Setahu saya tidak ada rencana tersebut. Jadi, pokoknya semua menteri tetap bekerja seperti biasanya, semua wamen tetap bekerja seperti biasanya, jadi kita juga terus waspada," kata Pratikno kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/12).

Simak PAN dengan kabar reshuffle dilakukan 8 Desember di halaman berikutnya.