Kalla Siratkan Tolak Kocok Ulang Pimpinan DPR

Kalla Siratkan Tolak Kocok Ulang Pimpinan DPR

- detikNews
Jumat, 28 Apr 2006 15:17 WIB
Jakarta - Wacana kocok ulang pimpinan DPR menghangat kembali di kalangan DPR. Wacana muncul diilhami oleh rencana mundurnya Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif. Jusuf Kalla menyiratkan menolak kocok ulang pimpinan DPR itu. Sebagian anggota DPR berpendapat, bila Zaenal Ma'arif mundur, maka seluruh pimpinan DPR juga akan diganti alias dikocok ulang. Sebab, pemilihan ketua DPR satu setengah tahun lalu dilakukan dengan sistem paket. Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar, tidak sependapat dengan pendapat itu. Menurut dia, bila Zaenal Ma'arif memang benar-benar mundur, maka pimpinan DPR lainnya tidak perlu harus diganti. Kalla sendiri yakin Zaenal tidak akan mengundurkan diri. "Pak Zaenal barangkali hanya secara emosional ingin mundur. Dan mundurnya secara suka rela. Jadi tidak berarti, semuanya terpengaruh," ujar Kalla kepada wartawan di kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2006). Namun, Kalla mengingatkan pemerintah tidak terlibat dalam wacana kocok ulang pimpinan DPR ini. "Itu mekanisme DPR. Pemerintah tidak mau mengatur soal itu," kata Kalla. Saat ini, jabatan pimpinan DPR jadi 'bancaan' bagi empat partai. Ketua DPR dipegang oleh Agung Laksono yang berasal Partai Golkar, sedangkan jabatan Wakil Ketua DPR dipegang oleh Soetardjo Soerjogoeritno dari PDIP, Muhaimin Iskandar dari PKB, dan Zaenal Ma'arif dari PBR. Lantas bagaimana bila nanti Zaenal batal mundur? Menurut sejumlah politisi, kocok ulang pimpinan tetap dilakukan. Hal ini perlu dilakukan untuk menyelaraskan sistem proporsional bagi-bagi jabatan di komisi dan alat kelengkapan DPR lainnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads