Survei Kepuasan Kinerja Jokowi Tinggi Disebut Bukti Airlangga Negarawan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Des 2021 13:06 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mencoba mobil listrik di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (24/11/2021). Acara tersebut merupakan penyerahan mobil listrik sebagai kendaraan resmi untuk mendukung kegiatan Presidensi G20 di Indonesia Tahun 2022.
Airlangga Hartarto (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom).
Jakarta -

Kinerja Presiden Jokowi dalam survei tingkat kepuasan publik di survei Indikator Politik Indonesia mencapai 72 persen pada November 2021. Angka ini dinilai tidak terlepas dari peran Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Untuk diketahui, dalam temuan Indikator, faktor penyumbang tingginya approval rating dari kinerja Presiden Jokowi yakni perspektif ekonomi yang terus membaik dan keberhasilan penanganan pandemi Covid-19. Dua agenda tersebut, menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, berada dalam lingkup kerja Airlangga sebagai Menko Perekonomian dan Ketua KPC-PEN. Meski demikian, keberhasilan tersebut tak berdampak langsung pada elektabilitas Airlangga sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar.

"Meski secara politik Airlangga tidak mendapat imbalan berupa popularitas dan elektabilitas yang sepadan, ini menandakan jika Airlangga berhasil menerjemahkan visi misi Presiden Jokowi, sehingga yang mendapat kredit prestasi adalah Presiden," kata Dedi kepada wartawan, Minggu (5/12).

Dalam survei terbaru IPO, Dedi menjelaskan, Airlangga berada dalam posisi tiga besar terkait tingkat keterpilihan tokoh di Kabinet Indonesia Maju dalam simulasi Pilpres 2024.

"Elektabilitas Airlangga itu berada di 4,2 persen, berada di belakang Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto," ujar Dedi. Dedi menambahkan hal ini sebagai bukti Airlangga Hartarto fokus bekerja sebagai menteri dan tidak mengurusi politik.

"Jika kurva keberhasilan Airlangga Hartarto ini konsisten, Indonesia segera keluar dari pandemi dan himpitan ekonomi. Dengan konsistensi itu, harapannya tentu publik secara bertahap akan mengetahui siapa yang paling keras bekerja, dan Airlangga bukan tidak mungkin jika di masa mendatang semakin dipercaya publik untuk memimpin," kata Dedi.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi meningkat tajam dari 59 persen di bulan Agustus 2021 menjadi 72 persen pada November 2021.

"Kenaikan 13 poin dalam waktu tiga bulan ini tidak pernah terjadi sebelumnya," kata Burhanuddin saat rilis hasil survei di Jakarta, Minggu (5/12).

Menurut Burhanuddin, kenaikan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi menjadi yang pertama terjadi. Selama pandemi, atau selama dua tahun berturut-turut, kepuasan terhadap kinerja presiden selalu mengalami penurunan.

(gbr/tor)