Dikadali Seribu Rupiah, Bocah Dicabuli Paman
Jumat, 28 Apr 2006 14:45 WIB
Ambon - Paman bejat. Begitulah Jhen Mahua. Pria 38 tahun ini mengiming-imingi ponakannya dengan selembar uang seribu rupiah. Bocah 9 tahun yang masih lugu itu pun jadi korban tindakan asusila pamannya.Anggrek -- sebut saja begitu -- suatu ketika enggan ke sekolah. Dengan suara lemah Anggrek bilang kepada ibunya sedang sakit. Ibunya yang tidak menduga apapun, menanyakan detil keluhan Anggrek."Saya tanya, kenapa tidak ke sekolah, anak saya bilang kemaluannya sakit sekali," tutur sang ibu.Mendengar penuturan itu, sang ibu langsung memeriksa kemaluan anaknya. Betapa terperanjatnya sang ibu ketika mendapati banyak luka lecet di sekitar kemaluan Anggrek."Saya langsung tanya ini kenapa. Anak saya bilang dirinya ditindis (dicabuli) sama tubuh pamannya," tutur ibu Anggrek dengan geram.Mendengar pengakuan Anggrek, sang ibu saat itu langsung menjerit histeris. "Saya hampir pingsan mendengar pengakuan anak saya. Langsung saja saya lapor ke sini," isak sang ibu yang ditemui wartawan di Polres Maluku Tengah, Jumat (28/4/2006).Tindakan amoral yang dilakukan Jhen Mahua terhadap siswa kelas III SD Negeri 14 Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah ini sudah berlangsung sejak dua minggu lalu, tanpa diketahui satupun keluarga korban.Bahkan ternyata sudah dilakukan berulang kali. Ini didasarkan pengakuan korban di hadapan pihak penyidik."Jadi anak saya ini dirayu dengan uang seribuan, lalu pamannya mencabuli anak saya," ujar sang ibu.Dituturkannya, Anggrek bercerita sempat diajak jalan-jalan dengan menggunakan becak sang paman. Saat itulah lelaki biadab ini melakukan aksi bejatnya. Anggrek dibawa ke sebuah rumah kosong dan dibaringkan di atas sebuah meja. Saat dicabuli sang paman, Anggrek pun menangis sekuat-kuatnya.Takut perbuatannya diketahui, sang paman mengurungkan niatnya. Korban diancam untuk tidak memberitahukan kepada siapapun atau akan dipukuli.Namun yang namanya bangkai busuk tetap akan tercium. Begitu kasus ini terbongkar, Jhen Mahua yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak ini dibekuk polisi dan kini meringkuk di tahanan Polres Maluku Tengah.Sementara Anggrek yang malang harus menanggung derita fisik dan psikis berat, serta trauma mendalam.
(sss/)











































