Dirut PLN Darmawan Prasodjo: Politikus PDIP yang Sempat Tolak Puan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Des 2021 12:26 WIB
Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melakukan inspeksi ke gardu listrik yang terendam banjir. Salah satunya di Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng.
Darmawan Prasodjo (Foto: PLN)
Jakarta -

Direktur Utama PLN kini dijabat Darmawan Prasodjo. Dia adalah politikus PDIP yang sempat mengemban amanah di Kantor Staf Presiden (KSP). Berikut jejak karier Darmawan Prasodjo di politik.

Dikutip dari situs resmi PLN, Senin (6/12/2021), Darmawan Prasodjo merupakan pria kelahiran Magelang, 19 Oktober 1970. Darmawan Prasodjo akrab dengan keahlian dan kefasihan di bidang energi dengan sejumlah gelar Bachelor of Computer Science dari Texas A&M University pada 1994, Master of Computer Science dari Texas A&M University pada tahun 2000, lalu menyelesaikan gelar Doktor Ekonomi Terapan, Ekonomi Sumber Daya Alam di Texas A&M University kolaborasi dengan Duke University pada 2011.

Darmawan Prasodjo sempat bekerja di lingkungan Istana, tepatnya sebagai Deputi I Bidang Pengendalian, Pembangunan, Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Kantor Staf Presiden tahun 2015-2019. Darmawan adalah politikus PDIP yang baru aktif pada 2013.

Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom, sebelum di Istana, Darmawan Prasodjo adalah mantan caleg PDIP di Dapil Jateng V.

Darmawan gagal lolos ke DPR karena kalah suara dari Puan, Aria Bima, dan Rahmad Handoyo. PDIP mendapat 3 kursi di Jateng V. Belakangan, Darmawan menggugat perolehan suara Rahmad Handoyo. Gugatan Darmawan dimenangkan oleh PDIP, Rahmad Handoyo dipecat.

Salah satu momen penting di tubuh PDIP yang melibatkan Darmawan Prasodjo terjadi pada 2015. Ketika itu PDIP hendak mencari pengganti Puan Maharani di Fraksi PDIP DPR. Puan punya permintaan spesifik soal penggantinya, dan dia menginginkan nama Darmawan Prasodjo.

"Kenapa lama? Karena DPP, begitu Puan keluar itu, kandidatnya Darmo (Darmawan Prasodjo). Mbak Puan pengennya dia. Tapi Darmo-nya belum mau. Kalau PAW itu tergantung kewenangan DPP. Setahu saya PAW itu partai yang menentukan," kata Wakil Ketua Fraksi PDIP Aria Bima di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9/2015).

Mengapa Puan ingin Darmawan Prasodjo sebagai penggantinya saat itu? Sebelum menjadi Menko PMK, Puan ditempatkan di Komisi VII DPR RI yang membidangi masalah energi dan sumber daya alam. Diduga ini alasan Puan ingin Darmawan yang notabene ekonom energi dan lingkungan jadi penggantinya.

Darmo Menolak

Darmawan Prasodjo, yang saat itu sudah menjabat di KSP, menolak menggantikan Menko PMK Puan Maharani di DPR sehingga PDIP menunjuk caleg berikutnya di dapil yang memperoleh suara terbanyak setelah Darmawan.

"Semua sudah berproses. Darmawan Prasodjo juga sedang mengundurkan diri dari haknya sebagai pengganti Puan dan digantikan dengan nama di bawahnya (Darmawan)," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Gedung DPP PDIP, Jakarta, Senin (4/1/2016). Hasto mengatakan Puan selanjutnya akan digantikan oleh seorang perempuan lagi.

Lihat juga video 'Momen Ketegasan Jokowi 'Sentil' Pertamina dan PLN':

[Gambas:Video 20detik]