Pesan Jokowi di Kongres Alumni GMNI: Harus Berwatak Trendsetter, Bukan Follower

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Senin, 06 Des 2021 11:22 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di Kongres IV Persatuan Alumni GMNI (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan di Kongres IV Persatuan Alumni GMNI. (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesannya kepada Persatuan Alumni GMNI. Jokowi berpesan agar Persatuan Alumni GMNI menjadi yang terdepan dalam merawat nasionalisme.

"Persatuan Alumni GMNI harus menjadi yang terdepan dalam merawat nasionalisme yang setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 yang selalu memperkuat persatuan dan kesatuan dan memperkokoh kedaulatan bangsa," kata Jokowi saat membuka Kongres IV Persatuan Alumni GMNI secara virtual, Senin (6/12/2021).

Jokowi juga berpesan kepada alumni GMNI agar selalu menjaga kedaulatan. Menjaga kedaulatan yang dimaksudnya adalah memenangi kompetensi di pasar global.

"Konsekuensinya globalisasi melahirkan dunia yang hiperkompetisi dunia yang diwarnai oleh kompetisi yang superketat. Oleh karena itu, 1 pilar utama dalam menjaga kedaulatan adalah memenangkan kompetisi, kita harus memenangkan kompetisi di dalam negeri, kita harus memenangkan kompetisi di pasar global, di pasar luar negeri. Kita harus lebih unggul dari negara lain dan kita harus mampu mendahului negara lain dalam dunia yang semakin kompetitif sekarang ini," tutur dia.

Jokowi mengatakan perjuangan untuk menjaga kedaulatan itu harus dilakukan dengan penuh keberanian. Cara-cara baru, menurutnya, harus ditemukan untuk Indonesia bisa mendahului negara lain.

"Tidaklah mungkin kita menggunakan tangga yang sama seperti tangga-tangga yang dipakai oleh negara-negara yang maju di saat yang lalu. Tidaklah mungkin kita menggunakan rel yang sama untuk mendahului negara yang lain, tidaklah mungkin kita menggunakan cara-cara yang sama. Kita harus menemukan cara-cara baru mencari rel baru, kita tidak boleh melalui anak tangga yang dulu dilalui negara maju," kata Jokowi.

"Kalau itu kita lakukan kita tidak mungkin bisa mendahuluinya. Ini pasti. Oleh karena itu kita tidak cukup hanya naik tangga kita harus melompat kalau tidak melompat ya jangan berharap kita bisa mendahului negara-negara lain yang sudah lebih maju dari kita," imbuh dia.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Survei Indikator: 72% Responden Puas Kinerja Presiden Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]