RI Siaga I, Polri Kerahkan 2/3 Kekuatan Hadapi Mayday
Jumat, 28 Apr 2006 14:46 WIB
Jakarta - Aksi demo buruh 1 Mei nanti disikapi hati-hati oleh Mabes Polri. Siaga I di seluruh Indonesia pun diberlakukan. Untuk pengamanan Polri tidak tanggung-tanggung, 2/3 personelnya siap dikerahkan. Ini belum termasuk bantuan dari TNI."Iya, siaga I di seluruh Indonesia karena kan buruh ada di mana-mana," ungkap Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam mengenai status yang akan diberlakukan menghadapi Mayday, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (28/4/2006).Untuk mengantisipasi aksi buruh itu, Mabes Polri dan jajaran Polda membuat pengamanan dan rencana operasi keamanan di seluruh Indonesia, khasusnya di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jakarta."DKI merupakan prioritas utama, karena di situ banyak yang ingin turun ke Jakarta terutama yang daerah luar wilayah. Kami imbau pendemo di luar Jakarta tidak ke Jakarta. Unjuk rasanya di wilayah masing-masing. Untuk Banten ya silakan di Banten saja, tidak usah ke Jakarta," paparnya.Untuk Jakarta, imbuhnya, Polri akan mengerahkan 14.707 personel. Angka ini sudah termasuk bantuan dari TNI. Khusus di wilayah sekitar Istana Presiden, jumlah personel keamanan mencapai 2.000 orang. "Untuk seluruh Indonesia sekitar 2/3 kekuatan atau all out force," katanya.Namun tampaknya Polri tidak akan melakukan penjagaan di perbatasan agar para buruh dari luar Jakarta tidak hijrah ke ibukota. "Tapi kita sudah koordinasi dengan korlapnya untuk tidak mendatangkan pendemo dari luar wilayahnya. Kita antisipasi dengan patroli dan razia senjata tajam," katanya.Sementara mengenai estimasi demonstran yang sudah melapor, Anton mengatakan, sekitar 20 ribu di Jakarta, 30 ribu di Banten, 50 ribu di Jabar, 10 ribu di Jatim, dan 10 ribu di Jateng.Soal tembak di tempat seperti yang dilontarkan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani, Anton mengatakan, hal itu tergantung situasinya. "Kan ada protapnya. Kita tidak ingin unjuk rasa yang anarkis. Masyarakat kan sudah dewasa untuk menyampaikan pendapat, jadi tidak anarkis," katanya.
(umi/)











































