6 Fakta dan Data Erupsi Semeru hingga Makan Korban Jiwa

Tim detikcom - detikNews
Senin, 06 Des 2021 06:00 WIB
Desa Sumber Wuluh di kawasan Lumajang, Jatim, jadi salah satu desa yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Abu tampak selimuti rumah-rumah warga di desa tersebut.
Bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur (Foto: Antara Foto)

5. Sudah 3 Kali Gugurkan Awan Panas

"Karena ini sangat mengancam sekali bagi masyarakat atau penduduk Curah Kobokan," ujarnya.

Awas panas Gunung Semeru sejauh ini sudah bererupsi sebanyak tiga kali kemarin (5/12). Erupsi ini masih bisa terjadi lagi.

"Ciri khas dari Semeru ini erupsinya berupa awan panas guguran. Itu setidaknya tiga (awan panas guguran)," kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Eko Budi Lelono dalam siaran persnya di Channel Youtube BNPB, Minggu (5/12/2021).

Sejumlah warga mengevakuasi hewan ternak dari lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Hewan-hewan itu pun dibawa ke tempat yang lebih aman.Sejumlah warga mengevakuasi hewan ternak dari lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Hewan-hewan itu pun dibawa ke tempat yang lebih aman (Foto: Antara Foto)

Satu erupsi terjadi pada Minggu (5/12) dini hari. Erupsi terjadi lagi usai subuh dan pukul 10.00 WIB. "Jadi yang pertama itu terjadi pada dini hari, yaitu pada pukul 00.30 WIB. Kemudian setelah subuh, pukul 05.00 WIB itu juga ada. Kemudian tadi pagi sekitar pukul 10an lebih sedikit ada awan panas guguran," ungkapnya.

Luncuran awan panas pada dua erupsi pertama tidak begitu tampak. Hal ini karena visualisasi tertutup kabut.

"Nah yang dua pertama itu tidak terlihat seberapa jauh luncurannya. Karena visualisasi tertutup oleh kabut," ungkapnya.

Namun, erupsi selanjutnya pada pukul 10 pagi masih bisa terpantau. Luncurannya kurang lebih 2 km "Kemudian yang jam 10 ini bisa terpantau, lebih kurang 2 km dari puncak itu luncurannya. Jadi agak menurun ini luncurannya. Dibandingkan dengan yang hari Sabtu kemarin yang cukup besar. Ada yang mengatakan 10-11 km, ada yang mengatakan 4-5 km. Tapi ini masih kami selidiki karena tidak mudah juga mencapai lokasi itu," tuturnya.

6. Semeru Belum Aman

Gunung Semeru kembali erupsi pada Minggu (5/12) sekitar pukul 10.08 WIB. Kondisi Gunung Semeru masih belum aman karena masih terdapat potensi awan panas guguran (APG).

"Sekarang masih belum aman, potensi APG bisa terjadi sewaktu-waktu," ujar Kepala Pos Pantau Gunung Semeru Liswanto kepada detikcom, Minggu (5/12/2021).

Menurut Liswanto, kondisi saat ini masih mengancam masyarakat. Oleh karena itu, warga khususnya di Desa Curah Kobokan untuk tidak mendekat ke lokasi.


(isa/lir)