Pramoedya Kritis di Ruang ICU RS St Carolus

Pramoedya Kritis di Ruang ICU RS St Carolus

- detikNews
Jumat, 28 Apr 2006 13:38 WIB
Jakarta - Sastrawan dan budayawan Pramoedya Ananta Toer (81) kini terbaring tak berdaya di ruang ICU RS St Carolus. Kondisinya makin kritis dan sudah tidak sadarkan diri.Pram yang dilahirkan di Blora, 26 Februari 1925, menderita sakit sejak tiga minggu yang lalu. Selama itu pula tidak ada makanan yang masuk ke perutnya."Hanya sekali saja, waktu itu papa makan nasi satu sendok. Setelah itu dia tidak mau makan lagi. Atas saran sejumlah penulis, saya diminta membawa papa ke rumah sakit," kata putri Pram, Astuti, saat ditemui wartawan di Ruang Unit Peratawan Intensiv Umum, ICU, Lantai 3 RS St Carolus, Jakarta, Jumat (28/4/2006).Awalnya, kata Astuti, nominator penerima Nobel itu mengeluh ada sariawan di bagian mulutnya. Sejak saat itu Pram enggan makan. Bahkan kalau minum pun, ia mengeluh sakit. Dia juga tidak lagi mengebulkan asap rokoknya. "Biasanya bapak banyak merokok, tapi saat mulai sakit tidak lagi. Paling-paling satu batang, itu pun tidak habis," tuturnya.Astuti juga menceritakan, sejak beberapa hari belakangan ini penulis produktif itu terlihat aneh. Pram yang biasanya sering membaca sejumlah koran dan mengelipingnya, tidak lagi menjalankan aktivitas tersebut. Kali ini ia hanya membaca 1-2 koran. "Itu hanya sebentar, setelah itu ia kelihatan lelah dan tertidur," katanya.Saat ini mantan aktivis Lekra yang sempat diasingkan di Pulau Buru itu terlihat didampingi istrinya Maemunah Thamrin, anak dan sejumlah cucunya, serta kerabatnya. Dokter mewanti-wanti agar Pram tetap ditunggui dan tidak boleh ditinggal.Menurut Astuti, Pram dibawa ke RS sejak Kamis pukul 08.00 WIB. Ia sempat dimasukkan UGD, namun pukul 05.30 WIB Jumat, ia dimasukkan ke ruang ICU.Saat ini, tekanan daerah Pram tidak stabil alias naik turun. Suatu saat tekanan darahnya sempat melorot ke angka 60, di lain waktu tekanan darahnya melonjak sampai 170. Demikian juga dengan gula darahnya yang melonjak hingga 750. Dari keterangan dokter, Pram mengalami infeksi di bagian perut."Papa saat ini sangat kritis dan tidak sadar, sudah menggunakan alat bantu pernafasan dan infus untuk mentransfer makanan," tuturnya.Saat ini sebetulnya Pram tengah menyelesaikan buku Ensiklopedi Citrawi Indonesia. Buku itu hingga kini belum selesai. "Soal buku ini papa sempat berpesan, kalau papa tidak kuat tolong ini diteruskan, aku akan bertahan sampai Desember," kata Astuti menirukan omongan ayahnya.Belum lama nama Pram menjadi pembicaraan publik setelah ia menjadi salah satu narasumber edisi perdana majalah Playboy Indonesia. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads