Jokowi Berduka atas Korban Tewas Erupsi Semeru, Minta Jajaran Bertindak

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 14:15 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memonitor erupsi Gunung Semeru yang menelan korban jiwa. Jokowi pun menyampaikan dukacita yang mendalam atas korban jiwa akibat erupsi tersebut.

Ucapan dukacita untuk korban erupsi Gunung Semeru dari Jokowi itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (5/12/2021).

"Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden telah menerima laporan dan terus memonitor dari waktu ke waktu. Atas nama Presiden-Wakil Presiden, Pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia menyampaikan duka yang sangat mendalam atas korban yang meninggal dan korban luka-luka," kata Pratikno.

Pratikno mengatakan Jokowi telah memerintahkan jajarannya untuk secepat mungkin melakukan langkah tanggap darurat. Terutama untuk mengevakuasi korban erupsi Gunung Semeru.

"Bapak Presiden sudah memerintahkan kepada Kepala BNPB, kepada Kepala Basarnas, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan juga kepada Panglima TNI, Kapolri, gubernur dan bupati untuk segera melakukan tindakan secepat mungkin, melakukan langkah-langkah tanggap darurat, mencari dan menemukan korban, memberikan perawatan kepada korban yang luka-luka dan melakukan penanganan dampak bencana," tutur dia.

Jokowi, kata Pratikno, juga telah memerintahkan agar bantuan pelayanan kesehatan dan logistik bagi warga terdampak erupsi Gunung Semeru dapat diselesaikan dengan segera. Jokowi juga meminta perbaikan infrastruktur dituntaskan secepatnya.

"Bahwa Presiden juga memerintahkan agar bantuan pelayanan kesehatan, penyediaan logistik, kebutuhan dasar pengungsi, serta perbaikan infrastruktur dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat-sangat singkat," ungkap Pratikno.

Pratikno melanjutkan pemerintah mengimbau masyarakat selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. Dia juga mengimbau masyarakat terus waspada lantaran Indonesia berada di wilayah rawan bencana atau ring of fire.

"Kemudian pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk mengikuti arahan tugas di lapangan dan selalu meningkatkan kewaspadaan kita memang berada di wilayah ring of fire yang rawan terhadap aktivitas alam, seperti erupsi gunung berapi semacam ini," kata dia.

Lebih lanjut, Pratikno mewanti-wanti pemerintah daerah untuk tak lelah mengajak warganya selalu siaga dan waspada. Selain itu, pemerintah daerah diminta mengantisipasi datangnya bencana.

"Kepada kepala daerah dan pemerintah untuk selalu waspada dan mengajak masyarakat untuk selalu siaga dan waspada, saling bekerja sama untuk mengantisipasi datangnya bencana semacam ini," ujar Pratikno.

"Semoga Tuhan Yang maha kuasa Allah Subhanahu Wa Ta'ala selalu memberikan pertolongan dan perlindungan kepada para korban dan juga kepada kita semuanya, serta memudahkan kita dalam menghadapi setiap tantangan," imbuh dia.

Sebelumnya, pada Sabtu (4/12), Gunung Semeru erupsi dan mengakibatkan terjadinya banjir lahar dan guguran awan panas dari puncak. Bencana ini terjadi pada pukul 14.47 WIB dengan daerah terdampak berada di Kecamatan Candipuro, Pronojiwo, dan Pasirian.

Tercatat 13 orang meninggal dunia, 96 orang luka-luka, dan 41 di antaranya mengalami luka bakar dan dilarikan ke RSUD Haryoto dan RS Bhayangkara. Sampai saat ini (5/12) terdapat 17 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi sejumlah 902 jiwa. Kerusakan permukiman dan infrastruktur masih dalam pendataan tim gabungan.

(mae/dhn)