Kisah Pria Indonesia, Jadi Engineer di Tesla Setelah Bertahun-tahun Apply

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Minggu, 05 Des 2021 06:47 WIB
Jakarta -

Menjalani sebuah profesi yang sesuai dengan hobi atau minat, tentu menjadi impian banyak orang. Perjuangan yang ditempuh untuk bisa mencapai mimpi tersebut, membutuhkan pengorbanan dan waktu yang tidak sebentar.

Sama halnya seperti Niko Questera (32), pria asal Jakarta yang berusaha agar bisa bekerja di Tesla. Niko melamar ke Tesla berkali-kali dan baru diterima di tahun ke-5

Semasa kuliah, Niko mengambil program 2+2 khusus engineering di Kuala Lumpur dan Indiana, Amerika dengan jurusan teknik elektro. Pada tahun 2009 dan tahun 2010, ada pameran pekerjaan atau job fair, dan di antaranya ada Tesla.

"Kita melakukan riset, 'Ini (Tesla) company apa nih? Oh bikin mobil listrik, teknologinya seperti ini'. Ini tidak pernah ada di mana-mana. Dan kebetulan saya memang juga hobi mobil, maka saat itu mulai apply. Apply ke beberapa macam company, di bidang otomotif. Baik Honda, Toyota, dan juga Tesla," cerita Niko dalam program Sosok.

Namun, pada tahun 2011 Niko diterima di Stanley Electric yang menjadi pemasok lampu luar untuk mobil Honda. Selama ia bekerja di sana, Niko pun tetap mencoba apply ke Tesla berkali-kali.

"Tapi memang saat itu saya apply sebanyak-banyaknya ke perusahaan yang menurut saya itu ideal. Kebetulan, saya paling tertarik sama mobil saat itu, saya menaruh effort lebih untuk apply dan juga nungguin posisi baru untuk saya apply lagi setiap harinya sampai akhirnya dapat," ujar Niko.

Setelah mencoba apply ke Tesla selama 5 tahun, akhirnya di tahun 2015 Niko diterima dengan posisi Senior Firmware Integration Engineer. Yaitu tanggung jawabnya sebagai 'jembatan' bagi para service center di seluruh dunia, dengan Tesla.

(fuf/gah)